Batampos - Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan memantau langsung arus mudik antar pulau di Pelabuhan Tarempa, Rabu (18/3/2026) malam.Hal ini dilakukan guna memastikan keamanan, kelancaran, serta keselamatan para pemudik yang menggunakan transportasi laut.
Kegiatan pemantauan berlangsung sejak sore hingga malam hari, seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman menjelang Idulfitri. Pelabuhan Tarempa tampak ramai dipadati penumpang.
Puncak arus mudik tahun ini, terdapat dua kapal kayu yang melayani rute Tarempa menuju Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan. Perjalanan menuju Kiabu diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam.
Selain itu, satu kapal kayu lainnya juga diberangkatkan dari Tarempa menuju Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur. Rute ini memiliki waktu tempuh lebih singkat, yakni sekitar dua jam perjalanan laut.
Ketiga kapal tersebut dijadwalkan berangkat secara bersamaan pada pukul 20.00 WIB. Para penumpang terlihat mulai naik ke kapal sejak sore hari untuk mengamankan tempat.
Kapal-kapal tersebut dipenuhi oleh warga yang membawa berbagai barang bawaan, mulai dari kebutuhan pribadi hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.
Tak hanya penumpang, sejumlah sepeda motor juga ikut diangkut menggunakan kapal kayu tersebut. Hal ini menambah kepadatan muatan kapal yang berangkat malam itu.
Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Siantan turun langsung untuk melakukan pengawasan dan memberikan imbauan kepada masyarakat serta para nakhoda kapal.
Iptu Dodi Setiawan menegaskan pentingnya keselamatan selama perjalanan laut, terutama di tengah tingginya antusiasme masyarakat untuk mudik.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tertib saat naik dan berada di atas kapal. Jangan memaksakan diri jika kondisi kapal sudah melebihi kapasitas,” ujar Dodi.
Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik bagi penumpang maupun operator kapal.
Menurutnya, kelebihan muatan sangat berisiko dan dapat membahayakan perjalanan, apalagi jika kondisi cuaca di laut tidak bersahabat.
“Kepada para nakhoda, kami minta untuk selalu berhati-hati dalam berlayar. Perhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama perjalanan,” tegasnya.
Dodi juga meminta agar nakhoda tidak ragu mengambil keputusan untuk berlindung jika menghadapi cuaca buruk di tengah perjalanan.
“Jika cuaca tidak memungkinkan, segera cari tempat berlindung di pulau terdekat dan lakukan koordinasi dengan aparat keamanan seperti TNI-Polri, Basarnas, maupun Syahbandar,” tambahnya.
Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan arus mudik antar pulau di wilayah Siantan dapat berjalan aman, lancar, dan seluruh pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak