Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gara Gara Ini, Warga  Tanjunguma, Batam Datangi Kantor ABH

M
Penulis: Muhammad Syaban❯
Warga Tanjunguma usai pertemuan dengan pihak ABH.
Warga Tanjunguma usai pertemuan dengan pihak ABH.

batampos - Air tidak mengalir selama lebih dari satu tahun membuat warga Tanjung Uma, Kampung Agas, Kecamatan Lubuk Baja, geram. Pada Senin (23/11) pagi, sekitar 20 warga dari RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04 mendatangi kantor Air Batam Hilir (ABH) di Batam Center.


Advertisement

Salah satu warga membawa peralatan mandi seperti sikat gigi, sabun, hingga handuk, sebagai bentuk protes simbolis karena selama ini mereka bahkan kesulitan untuk sekadar mandi.

Warga mengaku sudah mengalami krisis air sejak PT ATB berhenti beroperasi dan pengelolaan air diambil alih oleh ABH. Kondisinya semakin memburuk dalam setahun terakhir, mulai dari air yang hanya menetes kecil hingga mati total.

Taharudin, salah satu warga, mengatakan suplai air di kampungnya sudah bermasalah sejak satu setengah tahun terakhir. “Kadang keluar, kadang tidak sama sekali. Satu kampung ini enam RT susah semua. Air bersih sulit, air mandi saja susah,” ujarnya.

Advertisement

Ketua RT 01, Priyono, menambahkan bahwa warga hanya bisa menikmati air sekitar satu hingga dua jam saja setiap hari. “Hidup jam 3, mati jam 5. Setelah itu ya sudah, mati lagi,” katanya.

Karena kondisi yang tak kunjung membaik, sebagian warga terpaksa membeli air drum dari penjual keliling seharga Rp15 ribu per drum. “Bukan hanya volumenya kecil, tapi ada juga sebagain yang mati total,” tegas Priyono.

Ia sendiri mengaku sudah dua hari tidak mandi. “Saya bawa odol, sikat gigi, sabun, handuk. Kalau disuruh mandi, saya mandi di sini,” ujarnya sambil menunjukkan perlengkapan mandinya di depan kantor ABH.

Advertisement

Dalam konsolidasi di kantor ABH, warga menuntut agar suplai air segera normal kembali. Mereka meminta BU BP Batam, BU SPAM, dan PT ABH turun langsung meninjau kondisi jaringan perpipaan yang dianggap tidak mampu lagi menyuplai air ke rumah warga.

Humas ABH, Ginda Alamsyah, mengakui masalah suplai air di Tanjung Uma terjadi karena kapasitas jaringan perpipaan sudah tidak memadai. Pipa utama yang mengalirkan air ke wilayah itu sudah berusia lama dan tidak lagi mampu menampung pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat.

“Pipa di sana memang sudah cukup lama sehingga alirannya terganggu. Menurut warga, harus ada perbesaran pipa. Karena pelanggan semakin bertambah,” jelas Ginda.

Ginda mengatakan pihaknya telah dua kali menerima keluhan serupa. Pada Februari lalu, ABH sudah melakukan perbaikan, namun hasilnya belum signifikan sehingga warga kembali datang membawa tuntutan.

Menanggapi tuntutan warga, ABH berjanji akan melakukan peninjauan lapangan dalam waktu dekat bersama SPAM. “Mereka mendesak agar suplai air segera diatasi. Minggu ini kami akan turun ke lokasi bersama SPAM,” kata Ginda.

Ia memastikan ABH akan memaksimalkan perbaikan jaringan dan mencari solusi agar warga Tanjung Uma tidak lagi mengandalkan air drum untuk kebutuhan sehari-hari. (*)

Advertisement
Editor : Tunggul Manurung

Artikel Terkait

3 Bulan Krisis Air, Warga Kavling Bakau Serip Tutup Gerbang Nongsa Digital Park

3 Bulan Krisis Air, Warga Kavling Bakau Serip Tutup Gerbang Nongsa Digital Park

Warga Kavling Bakau Serip, Batam, menutup akses Nongsa Digital Park karena krisis air lebih dari tiga bulan.

Warga Teluk Mata Ikan Geruduk KEK Nongsa, ABH Ungkap Penyebab Air Mati

Warga Teluk Mata Ikan Geruduk KEK Nongsa, ABH Ungkap Penyebab Air Mati

Gangguan air bersih membuat ratusan warga Teluk Mata Ikan mendatangi pengelola KEK Nongsa. ABH memperkuat suplai dari Duriangkang.

Pencurian Meter Air Marak, ABH Minta Pelanggan Perketat Pengamanan

Pencurian Meter Air Marak, ABH Minta Pelanggan Perketat Pengamanan

PT Air Batam Hilir (ABH) menerima laporan pencurian meter air di sejumlah wilayah, termasuk Baloi dan perumahan di sekitarnya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer