
batampos– Di tengah tingginya kebutuhan tenaga kerja dan masih tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Batam, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menekankan pentingnya integrasi data ketenagakerjaan lintas instansi. Peluncuran aplikasi Manajemen Talenta Batam (Mantab) milik BP Batam disebut menjadi momentum memperkuat sinkronisasi layanan dengan SIMnaker yang selama ini dikelola pemerintah kota.
Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, menilai kota industri seperti Batam membutuhkan single ecosystem ketenagakerjaan yang mampu menghubungkan perusahaan, pencari kerja, hingga pemerintah pusat. Menurutnya, hadirnya Mantab justru membuka peluang penyatuan standar data, bukan memunculkan persaingan layanan.
“Yang penting itu bagaimana data perusahaan, lowongan, dan pencari kerja bisa terhubung. Jadi bukan soal bersaing, tapi menyatukan layanan agar lebih efektif,” ujar Yudi.
Ia menyebut SIMnaker saat ini sudah terintegrasi dengan sistem nasional Siap Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, sehingga setiap platform baru sebaiknya dibangun dalam kerangka kolaboratif.

Meski Batam memiliki ekonomi tumbuh 6,8 persen dan investasi triwulan III mencapai Rp54 triliun, pasar tenaga kerja masih menghadapi tantangan mismatch dan keterbatasan basis data terpadu. TPT Batam berada di angka 7,68 persen, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Dengan hadirnya Mantab, Disnaker berharap arus data ketenagakerjaan bisa lebih terbuka, terutama terkait kebutuhan industri, kompetensi pelamar, hingga pemetaan tenaga kerja lokal dan pendatang.
“Kalau ekosistemnya tersambung, proses rekrutmen akan lebih cepat dan tepat sasaran. Itu yang kami dorong,” kata Yudi.
Dunia usaha turut merespons positif hadirnya platform baru ini. Rima, HR Manager PT Polex Indonesia, mengatakan perusahaan membutuhkan ruang rekrutmen berbasis data yang lebih rapi dan terstruktur.
“Kami sedang ekspansi dan membutuhkan banyak tenaga profesional. Platform seperti Mantab sangat membantu karena data kandidat lebih jelas dan mudah disaring,” ujarnya.
Hingga kini, Mantab telah memuat 1.900 perusahaan dan 20 di antaranya langsung membuka lowongan saat peluncuran.
Disnaker menilai jika SIMnaker dan Mantab dapat berjalan saling melengkapi, Batam akan memiliki database tenaga kerja yang lebih akurat, sistem rekrutmen lebih transparan, serta penyerapan tenaga kerja lokal semakin optimal.
BP Batam melalui Anggota Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis, menegaskan Mantab dibangun sebagai solusi jangka panjang penataan tenaga kerja, bukan sekadar portal lowongan.
“Ini bukan hanya tentang rekrutmen, tapi tentang membangun basis data yang membantu pemerintah melakukan pengawasan, dan membantu industri menemukan talenta yang tepat,” ucapnya. (*)



