Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masuk Pukul 08.00 WIB, Disdik Batam Atur Jam Belajar Selama Ramadan

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. F. Dok. Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. F. Dok. Batam Pos

batampos - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam resmi menerbitkan pedoman penyusunan kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026. Dalam keputusan tersebut, diatur penyesuaian jadwal pembelajaran selama Februari hingga Ramadan 1447 Hijriah, termasuk jam masuk sekolah dan pelaksanaan Pesantren Ramadan.


Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan kebijakan ini menjadi acuan bagi seluruh satuan pendidikan tingkat PAUD, SD, SMP, SKB, dan PKBM di Batam.

“Kalender pendidikan ini sudah kami tetapkan dan wajib menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Batam, terutama dalam pengaturan kegiatan belajar selama Ramadan,” ujar Hendri, Rabu (11/2).

Dalam keputusan Nomor 83/400.5.3.1/VI/2025 itu dijelaskan, pada 16 hingga 21 Februari 2026, peserta didik melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah. Sementara 17 Februari 2026 ditetapkan sebagai libur Tahun Baru Imlek.

Advertisement

Kegiatan Pesantren Ramadan dijadwalkan pada 23 hingga 25 Februari 2026 dan dilaksanakan secara tatap muka di satuan pendidikan masing-masing. Setelah itu, proses belajar mengajar kembali berjalan normal mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026.

Untuk libur Idul Fitri 1447 H, Disdik menetapkan tanggal 16 hingga 28 Maret 2026 sebagai masa libur sebelum dan sesudah lebaran. Sekolah kembali aktif pada Senin, 30 Maret 2026.

Selama Ramadan, jam belajar dimulai pukul 08.00 WIB. Durasi jam pelajaran untuk jenjang SD dikurangi lima menit per jam, sedangkan jenjang SMP dikurangi 10 menit per jam pelajaran. Khusus peserta didik PAUD, pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri di rumah sesuai program satuan pendidikan.

Advertisement

Begitu juga siswa kelas I dan II SD yang dapat belajar mandiri melalui penugasan dari guru. Sementara siswa kelas III hingga IX tetap mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Untuk kegiatan Pesantren Ramadan, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dianjurkan mengenakan pakaian Melayu atau bernuansa Islami. Sekolah juga didorong mengemas kegiatan yang menyenangkan, bermanfaat, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan.

“Pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin, tapi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai spiritual peserta didik,” tegas Hendri.

Ia juga mengingatkan agar seluruh kegiatan selama Ramadan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan siswa. Kegiatan di luar lingkungan sekolah wajib mendapat persetujuan orang tua serta berkoordinasi dengan Disdik.

“Harapan kami, seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan ketentuan ini dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

AQI Batam di Angka 109, Siswa Kembali Belajar Tatap Muka

AQI Batam di Angka 109, Siswa Kembali Belajar Tatap Muka

Disdik Batam kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka dengan kewajiban memakai masker medis

AQI Batam Capai 156, Disdik Batam Kembali Terapkan BDR untuk PAUD, SD dan SMP

AQI Batam Capai 156, Disdik Batam Kembali Terapkan BDR untuk PAUD, SD dan SMP

AQI Batam mencapai 156 atau kategori tidak sehat. Disdik kembali menerapkan BDR bagi siswa PAUD, SD dan SMP mulai 7 Oktober 2026.

    Disdik Batam Wajibkan Siswa Belajar dari Rumah

Disdik Batam Wajibkan Siswa Belajar dari Rumah

Asap yang menyelimuti Batam mendorong Disdik dan Kemenag Batam menerapkan pembelajaran dari rumah bagi siswa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer