Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Surplus Beras di Batam, Pemerintah Perkuat Pengendalian Harga Pangan

A
Penulis: Arjuna❯
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Batam, Mardanis, bersama instansi terkait saat meninjau stok beras di sejumlah toko dan swalayan, beberapa waktu lalu. F. Dokumentasi Batam Pos
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Batam, Mardanis, bersama instansi terkait saat meninjau stok beras di sejumlah toko dan swalayan, beberapa waktu lalu. F. Dokumentasi Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman di awal 2026. Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam menunjukkan stok beras berada dalam kondisi surplus, sementara komoditas strategis lain seperti gula dan minyak goreng dinyatakan mencukupi.


Advertisement

Kepala DKPP Batam, Mardanis, mengatakan, hasil pendataan terakhir mencatat ketersediaan beras mencapai 10.249,14 ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat berada di angka 9.288,08 ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 961 ton yang menjadi cadangan pengamanan stok dalam beberapa waktu ke depan.

“Stok beras berada pada posisi surplus. Ketersediaan beras tercatat mencapai 10.249,14 ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan masyarakat Batam yang berada di angka 9.288,08 ton,” ujar Mardanis, Selasa (10/2).

Selain beras, DKPP Batam juga memastikan pasokan gula dan minyak goreng dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan pasar. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas hortikultura.

Advertisement

“Ketersediaan gula dan minyak goreng juga mencukupi. Namun kami memberi perhatian khusus pada dinamika harga, terutama cabai hijau keriting dan cabai rawit yang saat ini mengalami kenaikan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa isu pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga keberlanjutan dan daya tahan daerah menghadapi dinamika global.

“Persoalan pangan tidak berhenti pada ketersediaan. Ketahanan dan kemandirian pangan harus menjadi orientasi kebijakan jangka panjang, sejalan dengan arahan Presiden,” kata Amsakar.

Advertisement

Ia menambahkan, Presiden RI menekankan pentingnya kemandirian pada sektor pangan dan energi sebagai fondasi menghadapi tantangan global. Tanpa penguatan pada dua sektor tersebut, tekanan eksternal dinilai akan semakin kompleks.

“Arahan Presiden jelas, bangsa ini harus membangun kemandirian pangan dan energi. Tanpa itu, tantangan global akan semakin berat,” ujarnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Stok Beras Bulog 4,55 Juta Ton per Oktober 2026, Cukup untuk Enam Bulan

Stok Beras Bulog 4,55 Juta Ton per Oktober 2026, Cukup untuk Enam Bulan

Stok beras Bulog mencapai 4,55 juta ton pada Oktober 2026. Bulog memastikan pasokan cukup enam bulan dan menyiapkan tambahan 1 juta ton.

 Bulog Batam Pastikan Stok Beras Aman hingga 6 Bulan, Tersedia Lebih dari 5.000 Ton

Bulog Batam Pastikan Stok Beras Aman hingga 6 Bulan, Tersedia Lebih dari 5.000 Ton

Bulog Batam memastikan stok beras lebih dari 5.000 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam dan Karimun hingga enam bulan ke depan.

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Achmad meminta Pemko Batam dan BP Batam mempercepat serapan anggaran serta menuntaskan masalah air bersih, banjir, dan sampah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer