Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Panjang, Ketahanan Air Batam Masih Terjaga

E
Penulis: Eusebius Sara❯

Waduk Seiladi Batam. Ketahanan air Batam masih aman meski sedang musim kemarau. F. Eusebius Sara/Batam Pos
Waduk Seiladi Batam. Ketahanan air Batam masih aman meski sedang musim kemarau. F. Eusebius Sara/Batam Pos


Advertisement

batampos – Musim kemarau mulai menguji ketahanan air bersih di Kota Batam. Meski curah hujan menurun dalam beberapa waktu terakhir, ketersediaan air baku masih dalam kondisi terkendali.

Pasokan air di Batam sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di waduk, mengingat kota ini tidak memiliki sumber air alami seperti sungai besar maupun mata air.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau masih akan berlangsung. Dampaknya, volume air di sejumlah waduk mengalami penurunan.

Advertisement

Namun, terdapat harapan perbaikan. Curah hujan pada April 2026 diprediksi meningkat dibandingkan Maret, sehingga dapat membantu menambah pasokan air secara bertahap.

Saat ini, tujuh waduk yang dikelola PT Air Batam Hulu masih berada pada kategori cukup, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 4.500 liter per detik. Jumlah tersebut dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Humas PT Air Batam Hulu, Ginda Alamsyah, mengatakan kondisi air baku masih aman, namun penggunaan harus tetap bijak.

Advertisement

“Secara umum ketersediaan air masih mencukupi. Namun masyarakat tetap perlu menghindari pemborosan,” ujarnya.

Di tengah situasi ini, upaya menghadapi kemarau tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga melalui pendekatan spiritual. Polsek Batu Aji bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa di Masjid Al Jihad, Perumahan Putri Tujuh, Kelurahan Kibing, Minggu (29/3).

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkompimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga. Suasana khusyuk mencerminkan kebersamaan dalam menghadapi dampak kemarau.

Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Ini bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kondisi yang sedang terjadi,” katanya.

Seiring meningkatnya kebutuhan air saat musim panas, masyarakat diimbau lebih bijak menggunakan air, menjaga lingkungan, serta melindungi daerah resapan.

Dengan kolaborasi antara pengelola, pemerintah, dan masyarakat, ketahanan air Batam diharapkan tetap terjaga hingga musim hujan kembali normal. (*)

Advertisement
Editor : M Tahang

Artikel Terkait

BMKG Ingatkan Sektor Pertanian Waspadai Puncak Kemarau dan El Nino Kuat

BMKG Ingatkan Sektor Pertanian Waspadai Puncak Kemarau dan El Nino Kuat

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pelaku sektor pertanian, meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau.

El Nino Melanda, Tanjungpinang Masih Berpeluang Diguyur Hujan

El Nino Melanda, Tanjungpinang Masih Berpeluang Diguyur Hujan

BMKG memprediksi Tanjungpinang dan Bintan masih berpotensi hujan dalam tiga hari ke depan meski fenomena El Nino.

    Batam Terasa Makin Panas, BMKG: Kepri Masuk Musim Kemarau

Batam Terasa Makin Panas, BMKG: Kepri Masuk Musim Kemarau

Cuaca panas dan terik melanda Batam dalam beberapa hari terakhir. BMKG menyebut Kepri tengah memasuki musim kemarau

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer