
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan belum ada indikasi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayahnya, meski secara nasional terjadi peningkatan kasus.
Kondisi ini mendorong Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang kewaspadaan terhadap penyakit campak.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan hasil pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) menunjukkan kondisi masih terkendali.
“Berdasarkan pemantauan SKDR, belum ada peningkatan signifikan yang mengarah ke KLB. Namun tetap ada sinyal kewaspadaan di beberapa wilayah,” ujarnya, Selasa (31/3).
Meski demikian, potensi penularan tetap ada. Karena itu, respons cepat terus diperkuat untuk mencegah lonjakan kasus.
Perketat Pengawasan dan Respons Cepat
Menindaklanjuti edaran Kemenkes, Dinkes Batam memperkuat pemantauan rutin melalui SKDR setiap pekan guna mendeteksi dini potensi peningkatan kasus.
Setiap sinyal peringatan (alert) langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti. Bahkan, penyelidikan epidemiologi dilakukan maksimal dalam waktu 24 jam terhadap setiap kasus suspek.
“Kami juga meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit,” kata Didi.
Selain itu, sweeping imunisasi dan imunisasi kejar terus digencarkan bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap. Edukasi kepada masyarakat juga diperkuat, terutama terkait gejala campak dan pentingnya imunisasi.
