Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UMKM Terjepit, Harga Plastik Meroket Akibat Gejolak Global

M
Penulis: Muhammad Syaban❯
Ilustrasi. Dagangan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar sport Hall Tumenggung Abdul Jamal. f.belence
Ilustrasi. Dagangan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar sport Hall Tumenggung Abdul Jamal. f.belence

Advertisement

batampos – Gejolak di Timur Tengah mulai merambat ke sektor riil. Tak hanya berdampak pada energi, krisis yang memanas di kawasan tersebut kini turut menekan harga bahan baku plastik global, dan imbasnya mulai dirasakan pelaku usaha di Batam.

Kenaikan harga bahan baku plastik impor mendorong harga produk plastik di pasaran ikut naik. Hampir seluruh jenis kemasan plastik mengalami kenaikan harga.

Irman, pemilik kios di kawasan Batam Center, mengaku lonjakan harga plastik sudah terasa signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, kenaikannya mencapai 30 hingga 80 persen, tergantung jenis plastik.

Advertisement

Ia menyebut, kenaikan paling mencolok terjadi pada plastik kresek polos yang umum digunakan pedagang. “Harga plastik kresek per pak sekarang jadi Rp15 ribu, padahal sebelumnya sekitar Rp5 ribu,” ujarnya, Selasa (7/4).

Selain itu, plastik kemasan ukuran sedang yang biasa digunakan untuk membungkus makanan atau barang belanjaan juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Menurut Irman, kenaikan juga terjadi pada sejumlah jenis plastik lain seperti plastik bening (PP/PE) dan plastik tebal untuk kemasan yang banyak digunakan pelaku usaha kecil.

Advertisement

“Tidak semua merek naik dengan persentase yang sama, tapi hampir semua jenis plastik mengalami penyesuaian harga. Mau tidak mau kami harus ikut menyesuaikan,” katanya.

Pakar ekonomi Batam sekaligus dosen ekonomi, Suyono Saputra, menilai kondisi ini mulai memberi tekanan, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada plastik sebagai kemasan utama.

Ia menjelaskan, salah satu turunan minyak mentah yang menjadi bahan baku utama plastik adalah nafta.

“Itu bahan baku yang esensial untuk plastik. Sejak Selat Hormuz terganggu, pasokan global cenderung menurun dan menimbulkan keresahan bagi industri plastik dunia, termasuk Indonesia,” ujarnya, Selasa (6/4).

Advertisement

Artikel Terkait

Gejolak Global Dorong Simpanan Valas Naik, Likuiditas Bank Tetap Aman

Gejolak Global Dorong Simpanan Valas Naik, Likuiditas Bank Tetap Aman

OJK mencatat simpanan valas perbankan tumbuh 10,87 persen di tengah gejolak global. Meski demikian, likuiditas bank nasional dinilai masih aman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer