
batampos — Lonjakan harga plastik yang mencapai 30 hingga 80 persen mulai dirasakan di berbagai sektor di Batam. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat dan pelaku usaha segera beradaptasi.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai kenaikan harga plastik merupakan bagian dari efek berantai yang dipicu oleh dinamika ekonomi, terutama pada sektor energi dan kebutuhan pokok.
Ia menyebut, ada tiga komponen utama yang sangat menentukan stabilitas harga, yakni bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan sembako.
Baca Juga: UMKM Terjepit, Harga Plastik Meroket Akibat Gejolak Global
“Kalau tiga ini naik, dampaknya akan merembet ke mana-mana, termasuk plastik, biaya angkut, hingga tiket transportasi,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurutnya, kenaikan harga plastik tidak bisa dilihat sebagai persoalan tunggal. Ada keterkaitan erat dengan biaya produksi dan distribusi yang ikut meningkat.
Dalam situasi tersebut, Amsakar menekankan pentingnya langkah adaptasi dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha.
“Penyesuaian pasti terjadi. Semua harus siap beradaptasi dengan kondisi yang ada,” katanya.
Salah satu solusi yang didorong adalah penggunaan bahan alternatif pengganti plastik, seperti kayu dan kertas, terutama untuk kebutuhan kemasan dan produk konsumsi.

