Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

90 Hari Krisis Air, Warga Tanjung Sengkuang Masih Bergantung Tangki

E
Penulis: Eusebius Sara❯
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar . F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar . F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Advertisement

batampos – Krisis air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, telah memasuki hari ke-90. Selama hampir tiga bulan, ribuan warga masih bergantung pada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gangguan pasokan yang belum pulih membuat aktivitas rumah tangga terganggu. Kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, hingga sanitasi kini hanya mengandalkan suplai air sementara yang didistribusikan setiap hari.

Pada Kamis (23/4), Polresta Barelang melalui Polsek Batuampar kembali melakukan monitoring pendistribusian air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Merah. Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.

Advertisement

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Batuampar, Amru Abdullah, bersama personel bhabinkamtibmas dan petugas piket. Petugas turun langsung ke lapangan guna mengantisipasi antrean panjang maupun kendala dalam proses distribusi.

Pada hari ke-90 krisis, sebanyak 103 tangki air disalurkan ke sejumlah RW di Tanjung Sengkuang. Sementara di Kelurahan Batu Merah, tambahan 28 tangki juga didistribusikan untuk membantu warga terdampak.

Meski distribusi terus dilakukan, warga menilai pasokan melalui mobil tangki hanya bersifat sementara. Mereka berharap penanganan permanen segera direalisasikan agar tidak terus bergantung pada bantuan harian.

Advertisement

Siti, salah seorang warga Tanjung Sengkuang, mengaku kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari akibat krisis berkepanjangan tersebut.

“Sudah hampir tiga bulan kami menunggu air kembali normal. Memang terbantu dengan mobil tangki, tapi kami ingin air di rumah bisa mengalir lagi seperti biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengakui persoalan air bersih di Batam merupakan akumulasi masalah lama yang belum tertangani.

“Apa yang terjadi ini adalah akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya yang belum diantisipasi. Ada 18 stress area yang masyarakatnya sering mengalami air tidak lancar,” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Produksi Air Bersih Waduk Nongsa Berhenti, Pasokan Dialihkan dari Duriangkang

Produksi Air Bersih Waduk Nongsa Berhenti, Pasokan Dialihkan dari Duriangkang

Produksi air bersih Waduk Nongsa berhenti akibat krisis air baku. Pasokan dialihkan dari Duriangkang, tetapi layanan berpotensi terganggu.

 BP Batam Janji Air Mengalir ke Sambau dan Bakau Serip Selasa Malam

 BP Batam Janji Air Mengalir ke Sambau dan Bakau Serip Selasa Malam

BP Batam menargetkan air kembali mengalir ke Sambau dan Bakau Serip, Nongsa, Selasa malam setelah penyambungan pipa selesai.

3 Bulan Krisis Air, Warga Kavling Bakau Serip Tutup Gerbang Nongsa Digital Park

3 Bulan Krisis Air, Warga Kavling Bakau Serip Tutup Gerbang Nongsa Digital Park

Warga Kavling Bakau Serip, Batam, menutup akses Nongsa Digital Park karena krisis air lebih dari tiga bulan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer