Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Batam Tembus 3,26 Persen

P
Penulis: Putut Ariyotejo❯
Kelompok transportasi mengalami kenaikan 4,53 persen, dengan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi di Batam, seiring tingginya mobilitas masyarakat. / F. Cecep Mulayana / Batam Pos
Kelompok transportasi mengalami kenaikan 4,53 persen, dengan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi di Batam, seiring tingginya mobilitas masyarakat. / F. Cecep Mulayana / Batam Pos

Advertisement

batampos – Laju inflasi di Kota Batam belum mereda. Pada April 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 3,26 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 112,77.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Batam juga mengalami inflasi 0,51 persen, naik dari IHK 112,20 pada Maret menjadi 112,77 pada April. Kondisi ini menandakan harga kebutuhan masyarakat terus merangkak naik dibanding periode sebelumnya.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan tekanan inflasi masih cukup kuat dan dipicu sejumlah kelompok pengeluaran utama.

Advertisement

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” ujarnya, Selasa (5/5).

Dari sisi bahan pokok, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan 2,66 persen dan menjadi salah satu penyumbang terbesar. Komoditas seperti beras, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, hingga sayur-mayur dan ikan segar mendominasi dorongan inflasi.

Tak hanya itu, harga nasi dengan lauk juga ikut naik, mencerminkan meningkatnya biaya konsumsi masyarakat, baik di rumah tangga maupun sektor kuliner.

Advertisement

Tekanan juga datang dari sektor transportasi. Kelompok ini mengalami kenaikan 4,53 persen, dengan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama, seiring tingginya mobilitas masyarakat.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran bahkan naik 5,78 persen. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak paling tinggi hingga 12,48 persen, dipicu kenaikan harga emas perhiasan.

Secara kontribusi, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi Batam dengan andil 0,83 persen. Disusul makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,77 persen, transportasi 0,63 persen, serta restoran 0,53 persen.

Meski tekanan harga meningkat, sejumlah komoditas justru membantu menahan inflasi. Di antaranya cabai merah, bawang merah, bawang putih, cabai hijau, santan segar, bayam, wortel, dan ketimun yang mengalami penurunan harga.

Advertisement

Artikel Terkait

    Inflasi Batam 3,65 Persen, Transportasi dan Pangan Jadi Penekan

Inflasi Batam 3,65 Persen, Transportasi dan Pangan Jadi Penekan

Inflasi tahunan Kota Batam pada September 2026 mencapai 3,65 persen. Kenaikan harga terutama didorong kelompok makanan, Minuman dan tembakau

Inflasi Batam Tembus 4,03 Persen, Harga Emas hingga Nasi dengan Lauk Melonjak

Inflasi Batam Tembus 4,03 Persen, Harga Emas hingga Nasi dengan Lauk Melonjak

Inflasi tahunan Kota Batam pada Agustus 2026 mencapai 4,03 persen. Meski demikian, secara bulanan Batam mengalami deflasi 0,20 persen

Inflasi Batam 3,61 Persen, Harga Pangan hingga Ongkos Transportasi Makin Membebani Warga

Inflasi Batam 3,61 Persen, Harga Pangan hingga Ongkos Transportasi Makin Membebani Warga

Inflasi Batam mencapai 3,61 persen pada Oktober 2026. Harga pangan, bensin, transportasi, dan makanan jadi ikut menekan pengeluaran warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer