
batampos — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus Infection, yakni infeksi virus yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya.
Kepala Dinkes Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan penyakit ini memang belum sepopuler demam berdarah dengue (DBD) maupun COVID-19, namun memiliki potensi bahaya serius karena dapat menyerang paru-paru dan ginjal hingga berujung kematian.
“Banyak masyarakat lebih takut terhadap nyamuk, padahal tikus juga dapat membawa penyakit serius. Hantavirus ini perlu diwaspadai karena gejalanya sering tidak disadari sejak awal,” ujar dr. Didi, Minggu (16/5).
Infeksi dari Tikus yang Pernah Menjadi Wabah Dunia
Menurutnya, Hantavirus pertama kali dikenal luas setelah wabah yang menyerang tentara pada Perang Korea pada 1950-an. Kasus serupa kembali mendapat perhatian dunia saat wabah misterius terjadi di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, pada 1993.
Sejumlah pasien saat itu mengalami gangguan pernapasan berat hingga gagal napas akibat paparan virus yang berasal dari tikus rusa.
Gejala Mirip Flu hingga Gangguan Paru Berat
Dr. Didi menjelaskan, gejala awal Hantavirus umumnya menyerupai flu biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, dan kelelahan.



