Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ASPPI Kepri Dorong Sinergi Pelaku Wisata Lewat Program “KISS”

A
Penulis: Abdul Azis Maulana❯
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Kepulauan Riau yang gelar rakorda di Ayola Hotel, Batam, Selasa, 19 Mei 2026.
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Kepulauan Riau yang gelar rakorda di Ayola Hotel, Batam, Selasa, 19 Mei 2026.

Advertisement

 

batampos – Ratusan pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau mulai menyusun strategi memperkuat sektor wisata di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan wilayah sekitarnya.

Kondisi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar dinilai justru menjadi peluang bagi daerah perbatasan seperti Batam untuk menarik lebih banyak wisatawan asing, khususnya dari Singapura dan Malaysia.

Advertisement

Hal itu dikemukakan dalam Rapat Koordinasi Daerah pertama Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Ayola Hotel, Batam, Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri para pelaku usaha pariwisata dari berbagai sektor, mulai dari hotel, biro perjalanan, guide, transportasi, rumah makan hingga pengelola destinasi wisata.

Ketua ASPPI Kepulauan Riau, Justitia Primadonna Ghazaly, mengatakan rapat koordinasi itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar pelaku industri pariwisata di daerah. ASPPI mengusung tema “KISS” yang merupakan singkatan dari kolaborasi, inovasi, sinergi, dan sinkronisasi.

“Rapat ini kami adakan untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku pariwisata sekaligus mengevaluasi program-program yang sudah berjalan dan menyerap masukan anggota untuk pengembangan organisasi ke depan,” kata Justitia yang di sapa Donna

Advertisement

Kegiatan diawali dengan peninjauan fasilitas Ayola Hotel yang diproyeksikan menjadi lokasi agenda besar ASPPI pada September 2026. Dalam agenda tersebut, ASPPI berencana menggelar kegiatan business to business (B2B) atau Travelmart yang mempertemukan Seller dan Buyer jasa pariwisata.

Menurut Donna kegiatan Travelmart itu akan menjadi penyelenggaraan keempat yang digelar ASPPI dan rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ia menyebut forum tersebut penting untuk memperluas jaringan bisnis pariwisata sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kepulauan Riau kepada pasar yang lebih luas.

“Travelmart ini mempertemukan seller dan buyer di sektor pariwisata. Harapannya bisa membuka peluang kerja sama baru dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Batam dan Kepri,” ujarnya.

ASPPI, kata dia, merupakan organisasi yang mewadahi seluruh pelaku industri pariwisata, tidak hanya agen perjalanan wisata. Anggotanya mencakup sektor perhotelan, transportasi wisata, restoran, hingga pengelola destinasi.

Secara nasional, ASPPI telah terbentuk di 23 provinsi dengan sekitar 4.000 anggota. Untuk tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kepri terdapat 63 anggota , sedangkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sementara berjumlah 15.

Dalam kesempatan itu, Justitia juga mengungkapkan ASPPI tengah memperluas struktur organisasi di Kepulauan Riau melalui pembentukan DPC Bintan-Tanjungpinang. Kepengurusan cabang tersebut disebut sudah terbentuk secara administratif dan direncanakan dilantik bulan depan.

Advertisement

Artikel Terkait

Mahasiwa Temasek Polytechnic Singapore dan ASPPI Tanam Mangrove di Pengudang

Mahasiwa Temasek Polytechnic Singapore dan ASPPI Tanam Mangrove di Pengudang

Pengurus Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Cabang Bintan dan Tanjungpinang dan mahasiswa dari Temasek Polytechnic Singapore menanam bibit..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer