Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8.844 Rumah Tangga di Batam Sudah Nikmati Gas Bumi

M
Penulis: Muhammad Syaban❯
Hingga pertengahan 2026 sebanyak 8.844 sambungan jaringan gas rumah tangga telah terpasang di Batam. F. PGN untuk Batam Pos
Hingga pertengahan 2026 sebanyak 8.844 sambungan jaringan gas rumah tangga telah terpasang di Batam. F. PGN untuk Batam Pos

Advertisement

batampos – Pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga di Kota Batam terus menunjukkan perkembangan positif. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN mencatat ribuan rumah di berbagai kawasan permukiman kini mulai menikmati layanan jaringan gas (jargas) yang dinilai lebih hemat, praktis, dan ramah lingkungan dibanding energi konvensional.

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Sales Area Head Batam, Wendi Purnomo, mengatakan hingga pertengahan 2026 sebanyak 8.844 sambungan jaringan gas rumah tangga telah terpasang di Batam.

Sementara itu, jumlah calon pelanggan saat ini telah mendekati 9.000 rumah tangga. PGN menargetkan angka tersebut terus bertambah hingga menembus 10.000 sambungan pada akhir 2026.

Advertisement

“Program jargas ini menjadi bagian penting dalam mendukung transisi energi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan energi yang lebih aman dan ekonomis,” kata Wendi di Batam.

Ia menjelaskan, PGN juga telah melakukan proses gas in atau penyaluran gas perdana di dua kawasan perumahan, yakni Batu Aji Residence dan Rexvin Residence. Tahapan ini menandai jaringan pipa gas sudah aktif dan mulai dimanfaatkan masyarakat.

Advertisement

Menurut Wendi, meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga di Batam membuat PGN terus memperluas pembangunan jaringan gas ke berbagai kawasan permukiman, seperti Batu Aji, Sagulung, Tiban, hingga Muka Kuning.

Sejumlah perumahan yang masuk dalam pengembangan jaringan tersebut antara lain Cendana, Alam Raya, Maitri Garden, Oriza Garden, Modena Regency, Hawai Garden, hingga beberapa kawasan di Aviari dan Sagulung.

PGN menilai pengembangan jaringan gas rumah tangga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi perkotaan di tengah pertumbuhan penduduk dan kawasan hunian di Batam.

Penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa juga dinilai lebih efisien dibanding LPG tabung, karena pasokan tersedia 24 jam tanpa perlu penggantian tabung serta menghasilkan emisi lebih rendah.

Advertisement

Artikel Terkait

Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik Harus Ikuti Harga Indonesia

Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik Harus Ikuti Harga Indonesia

Bahlil Lahadalia menyatakan ekspor listrik bisa dilakukan jika negara pembeli menyepakati harga Indonesia. Kebutuhan dalam negeri tetap prio

Asia Pasifik Dominasi Investasi Transisi Energi, Indonesia Punya Peluang USD3,8 Triliun

Asia Pasifik Dominasi Investasi Transisi Energi, Indonesia Punya Peluang USD3,8 Triliun

Investasi transisi energi global mencapai USD2,3 triliun pada 2025. Kadin menilai Indonesia berpeluang menarik investasi hingga USD3,8 trili

 Transisi Energi Batam Tak Hanya Soal Pembangkit Listrik

Transisi Energi Batam Tak Hanya Soal Pembangkit Listrik

Transisi energi di Batam menghadapi tantangan lahan, pekerjaan, diversifikasi ekonomi, dan ketahanan air baku masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer