
batampos – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mencatat peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia dan Singapura selama periode long weekend atau libur panjang akhir Mei 2026. Lonjakan tersebut terlihat dari tingginya aktivitas wisatawan di berbagai pusat perbelanjaan, kawasan wisata, hingga fasilitas rekreasi di Batam.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan momentum libur panjang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dari negara tetangga tersebut.
“Memang sedang long weekend, sehingga kunjungan wisatawan dari Malaysia maupun Singapura ke Batam meningkat,” ujar Ardiwinata saat dihubungi di Batam, Minggu.
Menurutnya, tingginya minat wisatawan untuk berkunjung ke Batam tetap terjaga meskipun terdapat biaya tambahan perjalanan, seperti fuel surcharge dan pajak pelabuhan pada layanan feri internasional.
“Walaupun ada fuel surcharge, kunjungan tetap ramai. Batam masih menjadi pilihan utama karena lokasinya dekat, mudah dijangkau, dan memiliki banyak pilihan aktivitas wisata,” katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan tren kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026 masih berada pada jalur positif. Pada Januari tercatat sebanyak 126.620 kunjungan, meningkat menjadi 131.308 kunjungan pada Februari. Sementara pada Maret tercatat 114.837 kunjungan wisman.
Mayoritas wisatawan yang datang ke Batam berasal dari Singapura dan Malaysia. Selain itu, wisatawan dari China, India, dan Filipina juga turut menyumbang angka kunjungan yang cukup signifikan.
Ardiwinata menjelaskan, wisatawan asal Malaysia umumnya datang ke Batam untuk menikmati berbagai aktivitas wisata, mulai dari belanja, layanan kesehatan dan kebugaran (wellness), pijat relaksasi, hingga bermain golf.
“Mereka datang untuk shopping, massage, golf, dan wisata wellness. Harga di Batam relatif lebih kompetitif dengan kualitas pelayanan yang baik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.


