Anggota Polresta Barelang Ditangkap Bawa 50 Vape Diduga Mengandung Etomidate dari Malaysia

batampos – Seorang anggota aktif Polri yang bertugas di wilayah Polresta Barelang diamankan dalam kasus dugaan penyelundupan puluhan vape liquid mengandung etomidate dari Malaysia. Anggota berpangkat Briptu berinisial Jo alias Apek itu kini ditahan di Polres Karimun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus tersebut terungkap saat Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun melakukan pengawasan terhadap penumpang internasional yang tiba di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun dari Johor, Malaysia, Selasa (26/5).
Petugas mencurigai gerak-gerik salah seorang penumpang dan melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan puluhan cartridge vape yang disembunyikan di sejumlah bagian tubuh pelaku.
Barang bukti yang diamankan berupa 20 cartridge vape merek THUGS dan 30 cartridge vape merek WANG LAI yang diduga mengandung etomidate. Barang tersebut ditemukan tersimpan di saku celana, kaus kaki, hingga pakaian dalam yang dikenakan pelaku.
Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti diserahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun kepada Satresnarkoba Polres Karimun untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurut dia, pihaknya menerima laporan dari Polres Karimun terkait keterlibatan seorang anggota Polri aktif dalam perkara itu.
“Kami mendapatkan laporan dari Polres Karimun bahwa ada seorang anggota Polri yang diamankan oleh Bea Cukai Karimun karena kedapatan membawa sekitar 50 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate,” ujar Nona, Rabu (3/6).
Ia menjelaskan, saat diamankan, puluhan cartridge vape tersebut ditemukan tersimpan di kantong celana dan kaus kaki pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh Bea Cukai, perkara itu kemudian dilimpahkan ke Polres Karimun untuk ditangani lebih lanjut.
Menurut Nona, penyidik masih mendalami asal-usul barang, tujuan membawa vape tersebut, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.



