Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman PHK Masih Membayangi Buruh Batam

Y
Penulis: Yofie Yuhendri❯
Ilustrasi PHK karyawan. (jpg)
Ilustrasi PHK karyawan. (jpg)

Advertisement

batampos – Perlambatan ekonomi global mulai dirasakan sektor industri di Kota Batam. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pekerja dilaporkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pengakhiran kontrak kerja akibat tekanan yang dihadapi perusahaan.

Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kepulauan Riau, Suprapto, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius kalangan buruh. Menurutnya, ancaman PHK masih membayangi para pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Ancaman PHK itu selalu ada. Baru-baru ini rekan kami di-PHK di salah satu perusahaan di kawasan Tanjung Uncang,” ujar Suprapto, Jumat (12/6).

Advertisement

Ia menilai setiap kebijakan PHK seharusnya dilakukan secara terbuka dan dikomunikasikan dengan baik antara perusahaan dan pekerja. Namun, berdasarkan laporan yang diterima serikat pekerja, masih ada perusahaan yang melakukan PHK tanpa penjelasan yang memadai.

“Ini harus dikomunikasikan. Tapi yang terjadi, tidak ada penjelasan dari perusahaan. Bahkan beberapa buruh sudah mengajukan gugatan ke pengadilan,” katanya.

Menurut Suprapto, dampak perlambatan ekonomi global paling terasa pada terganggunya rantai pasok bahan baku yang dibutuhkan industri. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian perusahaan mengalami kendala operasional.

Advertisement

Meski demikian, ia menegaskan tidak seluruh perusahaan di Batam terdampak secara signifikan. Sejumlah industri masih mampu mempertahankan tingkat produksi dan aktivitas usahanya.

“Yang paling terasa itu keterlambatan pemasokan bahan baku. Tetapi masih banyak perusahaan yang produksinya tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, beberapa perusahaan masih membuka lowongan pekerjaan dan merekrut tenaga kerja baru. Hal itu menunjukkan sektor industri Batam secara umum masih memiliki daya tahan di tengah tekanan ekonomi global.

Karena itu, FSPMI berharap perusahaan mengedepankan dialog dan komunikasi dengan pekerja apabila menghadapi kesulitan usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik hubungan industrial sekaligus memberikan kepastian bagi para pekerja.

Advertisement

Artikel Terkait

Efek Rupiah Melemah, Ancaman PHK Massal Mengintai

Efek Rupiah Melemah, Ancaman PHK Massal Mengintai

Pelemahan rupiah hingga Rp17.600 per dolar AS dinilai berpotensi memicu PHK massal. Ekonom mengingatkan desa bisa dibanjiri korban PHK dari perkotaan.

Sisa Upah Sudah Dibayar, Pesangon Pekerja Ghimli Masih Menggantung

Sisa Upah Sudah Dibayar, Pesangon Pekerja Ghimli Masih Menggantung

skripsi Ringkas Sekitar 900 pekerja PT Ghimli Indonesia masih menunggu kepastian pembayaran pesangon setelah sisa upah September dilunasi

    Gaji Pokok Cair, Pekerja Ghimli Tunggu Pesangon dan Hak Lain

Gaji Pokok Cair, Pekerja Ghimli Tunggu Pesangon dan Hak Lain

Gaji pokok pekerja PT Ghimli Indonesia telah dibayarkan, tetapi tunjangan, kompensasi keterlambatan upah, pesangon, dan hak lainnya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer