
batampos – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sei Beduk kembali dikeluhkan warga. Pemadaman yang terjadi berulang kali membuat sejumlah jalan utama gelap pada malam hari dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Beberapa titik yang kerap mengalami gangguan penerangan berada di kawasan Pancur, Simpang Bagan, hingga Bukit Kemuning. Meski telah beberapa kali diperbaiki, lampu jalan di lokasi tersebut kembali padam.
Camat Sei Beduk, Rifandi Malik, mengatakan gangguan PJU umumnya disebabkan pencurian komponen instalasi serta masalah teknis seperti korsleting.
“Beberapa titik PJU yang padam disebabkan pencurian dan korsleting. Bahkan setelah diperbaiki, ada yang kembali mengalami gangguan,” ujarnya, Jumat (12/6).
Menurut Rifandi, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan instansi terkait setiap kali menerima laporan dari masyarakat terkait lampu jalan yang tidak berfungsi. Langkah tersebut dilakukan agar perbaikan dapat segera dilaksanakan sehingga penerangan jalan kembali normal.
“Kami selalu berkoordinasi dengan dinas terkait apabila ada laporan PJU padam agar segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang telah disediakan pemerintah. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan maupun dugaan pencurian komponen PJU.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas umum ini demi kenyamanan dan keamanan bersama. Jika ada kerusakan atau indikasi pencurian, segera laporkan,” ujarnya.
Sementara itu, warga Tanjung Piayu, Zavila, mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang gelap pada malam hari. Ia menyebut lampu penerangan dari Simpang ATB hingga depan kantor lurah dalam kondisi mati total.
“Semua lampu jalan dari Simpang ATB sampai depan kantor lurah mati total. Padahal ini jalan utama,” katanya.



