Dinkes Batam Perkuat Skrining TB di Lapas dan Rutan, Temukan 1.870 Kasus hingga Juni 2026

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TB) dengan memperluas skrining dan layanan pengobatan hingga ke lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas maupun rutan menjalani skrining TB secara rutin sebagai langkah deteksi dini sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di lingkungan yang berisiko tinggi.
“Kami memiliki nota kesepahaman dengan rutan dan lapas terkait skrining dan pengobatan TB. Skrining dilakukan secara berkala kepada seluruh penghuni, sedangkan kebutuhan obat disalurkan melalui puskesmas wilayah kerja masing-masing,” ujar Didi di Batam, Rabu (24/6).
Menurut dia, layanan kesehatan bagi warga binaan dilakukan melalui puskesmas yang telah ditunjuk sesuai wilayah kerja. Untuk Lapas Perempuan Kelas IIB Batam dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam, pelayanan skrining dan pengobatan didukung oleh Puskesmas Baloi Permai.
Baca Juga: Rudenim dan Imigrasi Gelar Cek Gratis Kesehatan dan Bagikan Sembako Bagi Warga Tanjungpinang
Sementara itu, pelayanan bagi penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam dan Lapas Kelas IIA Batam di kawasan Barelang ditangani oleh Puskesmas Sungai Langkai.
Selain memperluas cakupan layanan di lingkungan pemasyarakatan, Dinkes Batam juga menggandeng 26 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) pemerintah maupun swasta untuk mendukung pengobatan pasien TB, termasuk dalam distribusi obat.
Salah satu contohnya adalah Klinik Oto Medika Batam yang memperoleh pasokan obat TB dari Puskesmas Lubuk Baja untuk melayani pasien di wilayah tersebut.
Dalam mendukung percepatan diagnosis, Kota Batam saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersebar di berbagai rumah sakit dan puskesmas. Fasilitas tersebut tersedia di RSUD Embung Fatimah, RSBP Batam, RS Budi Kemuliaan, RS Elisabeth Batam Kota, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL) Kelas I Batam, serta Puskesmas Tanjung Sengkuang, Sambau, Mentarau, dan Baloi Permai.
Data Dinkes Batam menunjukkan hingga 20 Juni 2026 sebanyak 13.239 warga telah menjalani skrining TB. Dari jumlah tersebut, ditemukan 1.870 kasus positif, yang terdiri atas 1.839 kasus TB sensitif obat dan 31 kasus TB resisten obat.


