Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Batam Perkuat Skrining TB di Lapas dan Rutan, Temukan 1.870 Kasus hingga Juni 2026

A
Penulis: Antara❯
ilustrasi - Warga binaan yang sedang dikumpulkan di luar sel Rutan Batam, Kepri (8/5/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
ilustrasi - Warga binaan yang sedang dikumpulkan di luar sel Rutan Batam, Kepri (8/5/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Advertisement

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TB) dengan memperluas skrining dan layanan pengobatan hingga ke lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas maupun rutan menjalani skrining TB secara rutin sebagai langkah deteksi dini sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di lingkungan yang berisiko tinggi.

“Kami memiliki nota kesepahaman dengan rutan dan lapas terkait skrining dan pengobatan TB. Skrining dilakukan secara berkala kepada seluruh penghuni, sedangkan kebutuhan obat disalurkan melalui puskesmas wilayah kerja masing-masing,” ujar Didi di Batam, Rabu (24/6).

Advertisement

Menurut dia, layanan kesehatan bagi warga binaan dilakukan melalui puskesmas yang telah ditunjuk sesuai wilayah kerja. Untuk Lapas Perempuan Kelas IIB Batam dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam, pelayanan skrining dan pengobatan didukung oleh Puskesmas Baloi Permai.

Sementara itu, pelayanan bagi penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam dan Lapas Kelas IIA Batam di kawasan Barelang ditangani oleh Puskesmas Sungai Langkai.

Advertisement

Selain memperluas cakupan layanan di lingkungan pemasyarakatan, Dinkes Batam juga menggandeng 26 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) pemerintah maupun swasta untuk mendukung pengobatan pasien TB, termasuk dalam distribusi obat.

Salah satu contohnya adalah Klinik Oto Medika Batam yang memperoleh pasokan obat TB dari Puskesmas Lubuk Baja untuk melayani pasien di wilayah tersebut.

Dalam mendukung percepatan diagnosis, Kota Batam saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersebar di berbagai rumah sakit dan puskesmas. Fasilitas tersebut tersedia di RSUD Embung Fatimah, RSBP Batam, RS Budi Kemuliaan, RS Elisabeth Batam Kota, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL) Kelas I Batam, serta Puskesmas Tanjung Sengkuang, Sambau, Mentarau, dan Baloi Permai.

Data Dinkes Batam menunjukkan hingga 20 Juni 2026 sebanyak 13.239 warga telah menjalani skrining TB. Dari jumlah tersebut, ditemukan 1.870 kasus positif, yang terdiri atas 1.839 kasus TB sensitif obat dan 31 kasus TB resisten obat.

Advertisement

Artikel Terkait

    Usia Produktif Dominasi Kasus ISPA di Batam

Usia Produktif Dominasi Kasus ISPA di Batam

Dinkes Batam mencatat sekitar 500 kasus ISPA pada 29 September 2026. Kelompok usia produktif 19–59 tahun menjadi penyumbang terbesar

    Kasus ISPA Batam Turun Jadi 1.737, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Kasus ISPA Batam Turun Jadi 1.737, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Kasus ISPA yang ditangani puskesmas di Batam turun 18 persen menjadi 1.737 kasus pada 21–26 September 2026. Dinkes tetap memantau

 KB Gratis di 12 Wilayah Batam, Warga Bisa Konsultasi Dulu

KB Gratis di 12 Wilayah Batam, Warga Bisa Konsultasi Dulu

Pemko Batam memperluas layanan KB gratis ke 12 wilayah. Warga bisa berkonsultasi dan mendapatkan alat kontrasepsi sesuai kebutuhan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer