
batampos - Minat masyarakat Kota Batam untuk bekerja di luar negeri terus meningkat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 278 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Batam telah diberangkatkan ke berbagai negara melalui jalur resmi, dengan Malaysia masih menjadi tujuan utama.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan seluruh penempatan pekerja dilakukan melalui mekanisme resmi yang diawasi pemerintah guna memastikan perlindungan hak-hak pekerja migran.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI), dari total 278 pekerja migran tersebut terdiri atas 153 laki-laki dan 125 perempuan.
"Malaysia menjadi negara tujuan terbanyak dengan 183 pekerja. Setelah itu Singapura 35 orang, Qatar 21 orang, Hong Kong 16 orang, Taiwan 13 orang, Slovakia tiga orang, Korea Selatan dua orang, Romania dua orang, serta masing-masing satu orang ke Jepang, Arab Saudi, dan Yunani," ujar Yudi.
Malaysia Masih Mendominasi
Data Disnaker menunjukkan Malaysia masih menjadi negara tujuan favorit pekerja migran asal Batam karena faktor kedekatan geografis, tingginya kebutuhan tenaga kerja, serta kemudahan akses transportasi.
Selain Malaysia, sejumlah negara di Asia Timur, Timur Tengah, hingga Eropa juga menjadi tujuan penempatan tenaga kerja asal Batam.
Operator Produksi Paling Banyak Dibutuhkan
Dari sisi jenis pekerjaan, mayoritas pekerja migran asal Batam ditempatkan sebagai operator produksi, yakni sebanyak 71 orang.
Selain itu terdapat:



