
batampos - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus berupaya menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai sekitar 75 ribu orang. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa peningkatan investasi menjadi strategi utama untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
"Kalau bicara pengangguran, kita bicara investasi. Itu satu-satunya jalan yang paling baik," kata Ansar.
Menurutnya, meski sebagian investasi yang masuk ke Kepri bergerak di sektor padat modal seperti data center yang relatif menyerap tenaga kerja lebih sedikit, masih banyak investasi di sektor manufaktur dan kawasan industri yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Investasi Industri Tetap Serap Tenaga Kerja
Ansar mengatakan berbagai proyek investasi yang saat ini berjalan, termasuk di kawasan industri dan PT Bintang Rumina Indonesia, tetap memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kepri juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
"Memang ada investasi yang tidak terlalu banyak menyerap tenaga kerja, tetapi industri-industri lain tetap membutuhkan tenaga kerja. Karena itu situasi daerah harus tetap kondusif agar investasi terus datang," ujarnya.
Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun
Selain mengundang investasi swasta, Pemprov Kepri juga mengandalkan berbagai program pembangunan pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan.
Salah satunya melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini terus dipersiapkan.



