
batampos – Kota Batam kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya melalui penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, yang menghadirkan seniman dan penampil dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Agenda budaya yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Melayu kepada masyarakat luas sekaligus wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan Kenduri Seni Melayu telah beberapa kali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun event-event terbaik di Indonesia.
"Kenduri Seni Melayu sudah beberapa kali masuk dalam Karisma Event Nusantara. Sebuah capaian penting karena bukan hal yang mudah untuk dikurasi oleh 14 kurator dari berbagai event di Indonesia," kata Ardiwinata, Sabtu.
Menurut dia, peserta internasional tahun ini berasal dari Johor dan Sabah, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, serta Thailand. Mereka akan menampilkan beragam pertunjukan seni tari khas Melayu sebagai bagian dari pertukaran budaya antarnegara serumpun.
Selain delegasi mancanegara, sejumlah sanggar seni dari berbagai daerah di Indonesia juga ambil bagian, termasuk Sanggar Tari Laksamana dari Pekanbaru, Riau.
"Kami mengharapkan KSM ini terus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang pariwisata budaya sekaligus memperkenalkan identitas Melayu ke tingkat internasional," ujarnya.
Hadirkan Maestro Seni Melayu
Kenduri Seni Melayu 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh seni ternama, di antaranya penyanyi asal Malaysia, Ruslan Madun, yang dikenal melalui lagu Lemak Manis Ala Amboy-Amboy, serta maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok.
Ardiwinata menyebut kehadiran Didik Nini Thowok menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya maestro tari tersebut tampil dalam Kenduri Seni Melayu di Batam.



