
batampos – Pemerintah menjadikan Batam sebagai titik awal pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satu proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sektor kelautan dan perikanan.
Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan Program SiTaskin Pesisir di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (7/7), dan dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Didit Herdiawan Ashaf.
Didit mengatakan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat pesisir, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran hingga akses pasar.
"Program ini bukan sekadar membangun kampung nelayan. Yang dibangun adalah ekosistem ekonomi agar masyarakat pesisir memiliki pendapatan yang lebih baik," ujar Didit.
Ia menjelaskan, pemerintah telah memiliki contoh keberhasilan program tersebut melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sambinyeri yang dimulai pada 2023.
Hasil evaluasi menunjukkan pendapatan nelayan di kawasan tersebut meningkat hingga 113 persen, dengan kenaikan nilai ekonomi sekitar 47 persen dibandingkan sebelum program dijalankan.
Menurut Didit, peningkatan tersebut tidak hanya dipengaruhi bertambahnya hasil tangkapan, tetapi juga terbukanya akses pasar yang lebih luas.
"Sebelumnya hasil tangkapan nelayan hanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Kini produknya sudah dipasarkan ke Surabaya, Bali, Bitung, bahkan mulai menembus pasar ekspor," katanya.
Keberhasilan itu menjadi dasar pemerintah memperluas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ke berbagai daerah di Indonesia.
Pada 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah yang memiliki potensi perikanan tangkap maupun budidaya.



