Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Hang Nadim Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Batam

Y
Penulis: Yashinta❯
Ilustrasi. Nelayan Batubesar, Nongsa saat pergi melaut. BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengimbau agar nelayan, operator kapal cepat, maupun kapal penumpang tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan lebat, petir, dan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengurangi jarak pandang di laut. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
Ilustrasi angin kencang di Batam. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

Advertisement

Batampos – Setelah puting beliung menerjang kawasan Tanjung Sengkuang, Batam, Rabu (22/7), BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Kondisi atmosfer yang labil masih dapat memicu pertumbuhan awan cumulonimbus secara cepat dan menghasilkan angin kencang.

Koordinator BMKG Hang Nadim Batam Suratman mengatakan, berdasarkan hasil analisis meteorologi, puting beliung yang terjadi di Tanjung Sengkuang dipicu pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) yang berkembang sangat cepat. Pertumbuhan awan tersebut didukung kondisi atmosfer yang labil, suhu udara permukaan yang cukup panas, serta kelembapan udara yang tinggi.

“Pertumbuhan awan cumulonimbus berlangsung cepat karena kondisi atmosfer cukup mendukung. Suhu permukaan yang panas, kelembapan tinggi, serta adanya pertemuan dan belokan angin menjadi faktor yang memicu pembentukan awan konvektif,” ujar Suratman, Kamis (24/7/2026).

Ia menjelaskan, di dalam awan cumulonimbus terdapat arus udara naik (updraft) dan arus udara turun (downdraft) yang sangat kuat. Pada kondisi tertentu, sirkulasi udara tersebut dapat membentuk pusaran angin hingga mencapai permukaan.

“Ketika sirkulasi udara di dalam awan sangat kuat, pusaran angin dapat turun ke permukaan dan memicu puting beliung. Fenomena ini biasanya berlangsung singkat, tetapi tetap memiliki potensi menimbulkan kerusakan,” jelasnya.

Advertisement

Suratman mengatakan, masyarakat dapat mengenali sejumlah tanda sebelum puting beliung terjadi. Kondisi tersebut biasanya diawali cuaca yang terasa panas pada pagi hingga siang hari, kemudian udara menjadi lebih lembap dan gerah.

Setelah itu, awan putih dapat tumbuh menjulang tinggi dan berubah menjadi awan gelap. Perubahan tersebut biasanya disertai angin yang bertiup tidak beraturan dan semakin kencang, kemudian diikuti hujan lebat dan suara gemuruh petir.

“Jika masyarakat melihat awan tumbuh dengan cepat dan menjulang tinggi, kemudian berubah menjadi gelap disertai angin yang semakin kencang, kondisi itu perlu diwaspadai. Masyarakat sebaiknya segera mencari tempat yang aman,” katanya.

Menurut Suratman, puting beliung umumnya hanya berlangsung sekitar lima menit. Meski singkat, fenomena tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan dan tumbuhan di sekitar lokasi. Kecepatan angin dalam fenomena tersebut dapat mencapai sekitar 40 kilometer per jam.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang kurang kokoh ketika hujan dan angin kencang terjadi.

Advertisement

Artikel Terkait

Waspada! Batam Masih Berpotensi Hujan Disertai dan Angin Kencang

Waspada! Batam Masih Berpotensi Hujan Disertai dan Angin Kencang

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Riza Juniarti, mengatakan kondisi cuaca di Batam diprakirakan berawan dan berpotensi t…

Angin Kencang Disertai Hujan yang Tumbangkan Pohon Akasia Sebabkan Kabel Listrik Putus

Angin Kencang Disertai Hujan yang Tumbangkan Pohon Akasia Sebabkan Kabel Listrik Putus

Sebuah pohon akasia tumbang dan menimpa kabel listrik di Jalan Eka Bhakti dekat Musala Asyufa di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (9/7/2

BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Kepri Sepekan, Warga Diminta Waspada

BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Kepri Sepekan, Warga Diminta Waspada

BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam meminta masyarakat Kepulauan Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ringan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer