BP Batam Prioritaskan Siswa Berprestasi dan Anak Rempang-Galang di Sekolah Terintegrasi Merah Putih

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan memprioritaskan peserta didik berprestasi, sekaligus membuka jalur khusus bagi anak-anak yang berasal dari kawasan hinterland, terutama Rempang dan Galang.
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan konsep Sekolah Terintegrasi Merah Putih berbeda dengan Sekolah Rakyat. Menurutnya, Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, sedangkan Sekolah Terintegrasi Merah Putih berfokus mencetak sumber daya manusia unggul melalui sistem seleksi berbasis prestasi.
"Anak-anak yang masuk ke sini adalah anak-anak yang berprestasi. Namun kami juga memberikan ruang bagi anak-anak di Rempang dan Galang untuk mendapatkan kesempatan khusus," ujar Amsakar di Batam, Minggu.
Baca Juga: Proyek Internet Diskominfo Kepri Diselidiki, Kejati Minta Inspektorat Audit Investigatif
Sekolah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 18,5 hektare dengan konsep pendidikan terintegrasi yang mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Model ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkesinambungan sejak usia dini hingga pendidikan menengah.
Dibiayai Swasta, Dikelola Pemerintah
Amsakar menjelaskan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih melibatkan dunia usaha melalui skema pembiayaan penuh oleh pihak swasta. Setelah seluruh proses pembangunan selesai, aset sekolah akan diserahkan kepada pemerintah.
Menurutnya, saat ini proyek masih berada pada tahap perencanaan dan pematangan lahan sebelum memasuki tahap konstruksi.
"Bukan pemerintah yang membangun atau membiayai. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan pematangan lahan. Setelah itu baru masuk tahap pembangunan," katanya.
BP Batam menargetkan pembangunan sekolah selesai pada akhir 2028, sehingga proses penerimaan peserta didik baru dapat dimulai pada tahun yang sama.



