
batampos – Potensi fenomena El Niño yang diperkirakan memengaruhi musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia mulai menjadi perhatian. Namun, masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) diminta tidak perlu khawatir berlebihan karena dampaknya di wilayah ini diperkirakan tidak signifikan.
Koordinator Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan BMKG memang telah merilis potensi perkembangan El Niño pada 2026 yang dapat memengaruhi karakteristik musim kemarau di berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, kondisi geografis dan dinamika atmosfer di Kepri membuat dampak fenomena tersebut diperkirakan tidak sebesar di wilayah lain.
"Di BMKG nasional memang merilis itu. Tapi untuk Kepri tidak terlalu berdampak," kata Suratman, Selasa (4/8).
Potensi Kekeringan Ada, tetapi Belum Signifikan
BMKG sebelumnya memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih awal dengan kondisi yang berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Pembaruan analisis BMKG pada Juni 2026 juga menunjukkan peluang berkembangnya El Niño dengan intensitas mulai dari lemah hingga kuat.
Namun, Suratman menegaskan kondisi tersebut tidak otomatis berdampak sama di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk Kepri, potensi kekeringan memang tetap ada, tetapi berdasarkan hasil pemantauan BMKG Hang Nadim, kondisinya masih tergolong terkendali.
"Ada (potensi kekeringan), tapi tidak terlalu signifikan," ujarnya.
Cuaca Kepri Masih Dinamis
BMKG mencatat kondisi cuaca di Kepri masih cukup dinamis. Dalam satu hari, masyarakat dapat merasakan cuaca panas yang kemudian disusul hujan, sebelum kembali cerah.



