Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Metode Kontrasepsi Implan Paling Diminati di Kepri

A
Penulis: Antara❯
Pelayanan KB untuk akseptor baru maupun akseptor aktif yang dilaksanakan oleh tenaga kerja medis dan bidan di Kepri. F. BKKBN Kepri
Pelayanan KB untuk akseptor baru maupun akseptor aktif yang dilaksanakan oleh tenaga kerja medis dan bidan di Kepri. F. BKKBN Kepri

Advertisement

batampos – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 24.909 akseptor baru program Keluarga Berencana (KB) hingga Semester I 2026. Jumlah tersebut telah melampaui setengah dari target peserta baru tahun ini yang ditetapkan sebanyak 42.336 akseptor.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Victor Palimbong, mengatakan selain peserta baru, jumlah peserta KB aktif di Kepri hingga pertengahan 2026 mencapai 231.251 akseptor.

“Target akseptor baru tahun 2026 sebanyak 42.336 orang. Hingga Semester I sudah tercapai 24.909 akseptor baru, sedangkan peserta KB aktif mencapai 231.251 akseptor,” kata Victor saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.

Advertisement

Ia menjelaskan, metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang paling diminati masyarakat masih didominasi penggunaan alat kontrasepsi implan.

Menurut Victor, tingginya minat terhadap implan tidak hanya terjadi di Kepri, tetapi juga secara nasional karena metode tersebut dinilai praktis, mudah dipasang, dan mudah diakses masyarakat.

“Saya kira tak hanya di Kepri, tetapi di seluruh Indonesia, MKJP yang paling diminati adalah implan karena kemudahan akses dan kemudahan pemasangannya,” ujarnya.

Advertisement

Data BKKBN menunjukkan, sepanjang Semester I 2026 jumlah akseptor baru pengguna implan mencapai 5.753 orang, sementara peserta aktif metode tersebut tercatat sebanyak 24.614 akseptor.

Selain implan, metode operasi wanita (MOW) juga menunjukkan tren positif. BKKBN mencatat sebanyak 880 akseptor baru MOW dengan total peserta aktif mencapai 12.442 orang.

Sementara itu, metode operasi pria (MOP) mencatat 11 akseptor baru hingga Juli 2026 atau meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Akses KB di Daerah Kepulauan Tersedia

Victor memastikan pelayanan KB di wilayah terpencil, pulau-pulau terluar, dan kawasan pesisir di Kepulauan Riau pada dasarnya telah tersedia.

Advertisement

Artikel Terkait

BKKBN Kepri Targetkan 4.587 Akseptor KB Sempena HUT ke-75 IBI

BKKBN Kepri Targetkan 4.587 Akseptor KB Sempena HUT ke-75 IBI

BKKBN Kepri menargetkan 4.587 akseptor KB dalam rangka HUT ke-75 IBI 2026 untuk mendukung penurunan stunting, AKI, dan AKB di Kepulauan Riau.

Penimbunan Mangrove Dompak 1,8 Hektare Masuk Penyidikan Kejari Tanjungpinang

Penimbunan Mangrove Dompak 1,8 Hektare Masuk Penyidikan Kejari Tanjungpinang

Kejari Tanjungpinang menyidik dugaan korupsi penimbunan mangrove seluas 1,8 hektare di Dompak. Sejumlah saksi telah diperiksa.

Mayjen TNI Rionardo Jadi Pangdam Pertama di Kepri

Mayjen TNI Rionardo Jadi Pangdam Pertama di Kepri

Mayjen TNI Rionardo ditunjuk sebagai Pangdam pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah yang membawahi wilayah Kepulauan Riau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer