205 Mahasiswa Terima Beasiswa Pemko Batam, Lolos ke UI, UGM, ITB hingga ITS

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat investasi di bidang sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan anak-anak dari kawasan hinterland. Program ini membuka peluang lebih besar bagi putra-putri Batam untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia.
Hingga Juni 2026, sebanyak 205 mahasiswa telah menerima beasiswa Pemko Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Pada tahun akademik 2026/2027, penerima beasiswa berhasil diterima di sejumlah PTN bergengsi, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan IPB University.
Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi pelajar berprestasi di wilayah mainland, tetapi juga membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari kawasan hinterland yang selama ini menghadapi tantangan biaya dan keterbatasan akses.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
"Anak-anak mainland dan hinterland memiliki potensi yang sama besarnya. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka memperoleh akses pendidikan yang layak sehingga dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah," ujar Amsakar, Jumat (7/8).
13 Mahasiswa Lolos SNBP ke PTN Terbaik
Pada tahun akademik 2026/2027, sebanyak 13 mahasiswa asal Batam berhasil memperoleh Beasiswa Berprestasi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Mereka diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama. Insyra Attala Muri diterima di Universitas Indonesia, Aulya Putri Nursazila di Universitas Gadjah Mada, dan Johannes Alexander Nababan di Institut Teknologi Bandung.
Sementara Junelyn diterima di Universitas Padjadjaran dan Rachel Amelia Siregar di IPB University.



