
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan pembangunan tiga koridor jalan lingkar dengan total panjang mencapai 43,14 kilometer. Proyek infrastruktur tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp799,5 miliar dan akan dikerjakan secara bertahap.
Tiga koridor yang direncanakan meliputi Lingkar Selatan, Lingkar Utara, dan Lingkar Tengah. Kehadiran jalan lingkar ini diharapkan membuka konektivitas baru antarkawasan sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada ruas-ruas utama di Kota Batam.
Tiga Koridor Jalan Lingkar
Berdasarkan dokumen perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, rincian proyek meliputi:
- Lingkar Selatan sepanjang 10,075 kilometer dengan estimasi anggaran Rp183,32 miliar.
- Lingkar Utara sepanjang 14,508 kilometer dengan estimasi anggaran Rp260,42 miliar.
- Lingkar Tengah sepanjang 18,558 kilometer dengan estimasi anggaran Rp355,76 miliar.
Jika seluruh proyek terealisasi, total panjang jalan lingkar mencapai sekitar 43,14 kilometer dengan nilai investasi hampir Rp800 miliar.
Rute Masing-Masing Koridor
Koridor Lingkar Selatan akan menghubungkan Simpang Sei Pancur, Simpang Kampung Bagan, Waduk Duriangkang, Jalan Waduk Duriangkang sisi laut, jembatan Waduk Duriangkang sisi laut, hingga Simpang Bumi Perkemahan.
Sementara Lingkar Utara dirancang menghubungkan Simpang Golden Prawn, Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden, hingga Simpang Kaveling Sambau.
Adapun Lingkar Tengah akan menghubungkan Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, Tanjung Uma, hingga Pondok Pelangi.
Dibangun Bertahap Mulai 2026
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan jalan lingkar menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan transportasi dan membuka akses baru di berbagai kawasan.
"Kita ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan," ujar Amsakar.
Meski demikian, proyek tersebut tidak akan dikerjakan sekaligus. Pemko Batam akan menyesuaikan pelaksanaan dengan kesiapan perencanaan, kemampuan anggaran, serta pembagian kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam.



