
batampos – Akses pendidikan tinggi tidak hanya bergantung pada keberadaan kampus. Pendampingan dan layanan yang dekat dengan masyarakat juga menjadi bagian penting, terutama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan secara jarak jauh.
Hal itu menjadi perhatian Universitas Terbuka (UT) Batam dalam Rapat Koordinasi Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di Pacific Palace Hotel Batam, Jumat (28/8).
Melalui kegiatan tersebut, UT Batam mendorong penguatan SALUT di berbagai daerah di Kepulauan Riau. SALUT diharapkan tidak sekadar menjadi tempat mengenalkan UT kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pusat pendampingan mahasiswa sejak awal pendaftaran hingga menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga: Pipa 800 Milimeter Bocor di Mukakuning, Air Menyembur ke Jalan
Direktur UT Batam, Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si. mengatakan, keberadaan SALUT merupakan bagian dari ekosistem layanan UT untuk mendekatkan pendidikan tinggi kepada masyarakat.
”SALUT bukan hanya bertugas mengenalkan UT kepada masyarakat, tetapi juga mendampingi calon mahasiswa mulai dari proses pendaftaran, menjadi mahasiswa aktif hingga selesai melaksanakan perkuliahan,” ujarnya.
Menurut Pismia, kualitas pelayanan di daerah akan berpengaruh terhadap pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan. Karena itu, UT Batam terus mendorong SALUT memberikan layanan yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penguatan tersebut dinilai penting mengingat sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh memungkinkan UT menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat perguruan tinggi.
Rapat koordinasi itu juga dihadiri Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh, dan Alumni Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si.
Paken menjelaskan, SALUT memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai fasilitator, pendamping, dan penghubung antara mahasiswa dengan UT.



