Spatial Indonesia Dibentuk, Batam Jadi Salah Satu Titik Pengembangan Teknologi

batampos – Indonesia didorong tidak lagi sekadar menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain. Upaya membangun kemampuan nasional dilakukan melalui pembentukan Spatial Indonesia, organisasi dan komunitas nirlaba yang mempertemukan talenta, akademisi, peneliti, industri, startup, pemerintah, perusahaan teknologi, hingga investor.
Deklarasi Spatial Indonesia digelar Sabtu (29/8). Organisasi tersebut membawa agenda pengembangan berbagai teknologi masa depan, mulai dari Spatial Computing, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Extended Reality (XR), Digital Twin, robotika, Computer Vision, teknologi tiga dimensi, hingga teknologi Industry 5.0.
Pendiri sekaligus Ketua Umum Spatial Indonesia, Ari Nugrahanto, mengatakan perkembangan teknologi spatial di dunia harus dilihat sebagai peluang bagi Indonesia untuk naik kelas. Indonesia, menurut dia, memiliki talenta yang dapat didorong dari posisi pengguna menjadi pencipta dan pengembang teknologi.
“Spatial Indonesia didirikan dengan satu tujuan, yaitu mengambil momentum berkembangnya teknologi spatial di dunia sekaligus menjadi wadah berkumpulnya seluruh talenta Indonesia,” kata Ari.
Menurut dia, Spatial Indonesia akan menjadi wadah untuk penelitian dan pengembangan, pelatihan, pendampingan usaha, hingga mempertemukan talenta dengan dunia kerja. Ekosistem tersebut juga membuka peluang bagi investor untuk menemukan dan mengembangkan bisnis berbasis teknologi.
Batam Jadi Perhatian
Batam mendapat perhatian khusus dalam pengembangan ekosistem tersebut. Ari menilai talenta di Batam memiliki peluang besar untuk ikut membuktikan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengembangkan teknologi yang berkembang pesat.
Salah satu program yang disiapkan adalah Spatial Hackathon atau SpaceThon. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan talenta dari berbagai bidang sekaligus menguji kemampuan mereka menghasilkan solusi berbasis teknologi untuk persoalan nyata.
Ari berharap kegiatan itu tidak berhenti sebagai kompetisi. Karya yang dihasilkan para peserta diharapkan dapat menjadi bukti bahwa daya saing tenaga kerja Indonesia tidak hanya bertumpu pada biaya yang murah, tetapi juga kemampuan menciptakan inovasi.
Dukungan Politeknik Negeri Batam juga menjadi salah satu bagian dalam pengembangan program Spatial Indonesia. Ari menilai kampus tersebut memiliki talenta potensial yang dapat dikembangkan lebih jauh.
