Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Air Masuk Hari Keempat, Warga Batuaji-Sagulung Mulai Menjerit

E
Penulis: Eusebius Sara❯
Warga di kawasan Marina, Sekupang, membeli air isi ulang atau air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di kawasan Batuaji dan Sagulung, sudah empat hari warga mengalami krisis air. Foto: Rengga Yuliandra/Batam Pos
Warga di kawasan Marina, Sekupang, membeli air isi ulang atau air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di kawasan Batuaji dan Sagulung, sudah empat hari warga mengalami krisis air. Foto: Rengga Yuliandra/Batam Pos

Advertisement

batampos – Krisis air bersih di sejumlah wilayah Batam memasuki hari keempat, Sabtu (29/8). Tak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, kondisi tersebut mulai melumpuhkan aktivitas usaha warga di Batuaji, Sagulung, hingga Marina.

Cadangan air di rumah warga mulai menipis. Sebagian masyarakat bahkan terpaksa mencari sumber air alternatif ke kawasan yang lebih jauh demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di kawasan Batuaji dan Sagulung, warga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas rumah tangga. Mencuci pakaian, membersihkan peralatan makan, hingga memasak menjadi persoalan karena pasokan air belum kembali normal.

Advertisement

“Warga sudah benar-benar kesulitan. Pakaian kotor menumpuk, piring juga tidak bisa dicuci. Untuk kebutuhan memasak saja kami harus berpikir bagaimana mendapatkan air,” keluh Meri, warga Marina, Sabtu (29/8).

Kondisi tersebut juga dirasakan pelaku usaha. Depot air isi ulang menjadi salah satu usaha yang terdampak langsung karena proses produksi bergantung pada ketersediaan air.

Nandar, pelaku usaha depot air minum di Batuaji, mengatakan aktivitas usahanya terpaksa berhenti karena tidak memiliki pasokan air untuk diproses.

Advertisement

“Usaha air isi ulang sudah tiarap. Mau produksi bagaimana kalau airnya tidak ada. UMKM katering juga sangat terdampak karena semua kegiatan membutuhkan air,” ujarnya.

Pelaku usaha katering harus menggunakan air untuk memasak, mencuci bahan makanan, membersihkan peralatan, hingga menjaga kebersihan lingkungan usaha. Ketika pasokan terganggu, seluruh rangkaian produksi ikut terdampak.

Menunggu Air Tangki

Keluhan serupa datang dari warga Marina, Kelurahan Tanjung Sekupang. Mereka masih menunggu distribusi air tangki yang sebelumnya dijanjikan untuk membantu memenuhi kebutuhan selama krisis.

Namun hingga Sabtu, suplai yang dinantikan belum tiba. Kondisi tersebut membuat warga semakin cemas karena sebagian cadangan air di rumah mulai habis.

Advertisement

Artikel Terkait

Produksi Air Bersih Waduk Nongsa Berhenti, Pasokan Dialihkan dari Duriangkang

Produksi Air Bersih Waduk Nongsa Berhenti, Pasokan Dialihkan dari Duriangkang

Produksi air bersih Waduk Nongsa berhenti akibat krisis air baku. Pasokan dialihkan dari Duriangkang, tetapi layanan berpotensi terganggu.

 BP Batam Janji Air Mengalir ke Sambau dan Bakau Serip Selasa Malam

 BP Batam Janji Air Mengalir ke Sambau dan Bakau Serip Selasa Malam

BP Batam menargetkan air kembali mengalir ke Sambau dan Bakau Serip, Nongsa, Selasa malam setelah penyambungan pipa selesai.

3 Bulan Krisis Air, Warga Kavling Bakau Serip Tutup Gerbang Nongsa Digital Park

3 Bulan Krisis Air, Warga Kavling Bakau Serip Tutup Gerbang Nongsa Digital Park

Warga Kavling Bakau Serip, Batam, menutup akses Nongsa Digital Park karena krisis air lebih dari tiga bulan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer