Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Batam Percepat BIAS, Siswa yang Belum Imunisasi Disisir

A
Penulis: Antara❯
Pelajar diberi imunisasi oleh tenaga medis Dinkes Batam dalam rangka BIAS di Batam, Kepri. ANTARA/HO-Dinkes Batam
Pelajar diberi imunisasi oleh tenaga medis Dinkes Batam dalam rangka BIAS di Batam. ANTARA/HO-Dinkes Batam

Advertisement

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mempercepat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan melakukan penyisiran terhadap siswa yang belum mendapatkan imunisasi, terutama di sekolah yang pelaksanaannya masih berlangsung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam Meldasari mengatakan pelaksanaan BIAS hingga kini masih berjalan. Sekolah yang belum menyelesaikan pelayanan imunisasi masih dapat melakukan pelayanan karena aplikasi BIAS belum ditutup.

“Ini sekarang tinggal sweeping di sekolah yang masih banyak belum dilaksanakan BIAS,” kata Meldasari saat dihubungi di Batam, Selasa (1/9/2026).

Advertisement

Ia mengatakan seluruh puskesmas telah diminta mempercepat pelaksanaan BIAS di sekolah yang belum selesai. Penyisiran juga dilakukan terhadap siswa yang belum hadir atau belum mendapatkan imunisasi.

Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, imunisasi Measles Rubella (MR) untuk siswa kelas 1 baru mencapai 15.155 dari 22.386 sasaran atau 67,7 persen.

Sementara itu, imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas 5 telah diberikan kepada 7.832 dari 10.732 sasaran atau 72,9 persen.

Advertisement

Untuk HPV kejar bagi siswi kelas 6 yang belum mendapatkan imunisasi saat duduk di kelas 5, capaiannya baru 439 dari 1.907 sasaran.

Adapun cakupan HPV kejar untuk siswi kelas 9 tercatat 3.325 dari 10.629 sasaran.

Sejumlah Puskesmas Masih di Bawah 50 Persen

BIAS telah dimulai sejak 1 Agustus 2026. Namun, Dinkes Batam belum menetapkan batas akhir pelaksanaan di lapangan karena aplikasi BIAS masih dibuka bagi sekolah yang belum menyelesaikan pelayanan.

“Masih berlangsung karena aplikasinya belum tutup. Artinya sekolah yang belum mendapatkan layanan BIAS masih bisa. Di tahun lalu, yang hingga Oktober belum terlaksana juga masih kita sisir terus. Sampai semua mendapatkan imunisasi,” ujar Meldasari.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer