Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BKKBN Kepri Sudah Punya 33 Sekolah Lansia, Lulusannya Bisa Sampai "S3"

A
Penulis: Antara❯
Sekolah lansia Tok Dalang dan Opah di Pulau Buluh Batam, Kepri (30/7/2026). ANTARA/Amandine Nadja
Sekolah lansia Tok Dalang dan Opah di Pulau Buluh Batam, Kepri (30/7/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Advertisement

batampos – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat program pemberdayaan lanjut usia (lansia) melalui pembentukan 33 Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Program ini bertujuan menjaga lansia tetap sehat, aktif, mandiri, serta produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.

Kepala BKKBN Kepri, dr. Victor Palimbong, mengatakan Sekolah Lansia merupakan bagian dari program prioritas Lansia Berdaya (SIDAYA) yang memberikan edukasi sekaligus mendorong lansia tetap menjalankan aktivitas sesuai kemampuan masing-masing.

"Sekolah lansia melakukan kegiatan selama 12 kali. Setelah 12 kali mereka diwisuda menjadi S1. Nanti kalau ada kelas lagi, para peserta bisa lanjut ke S2 dan S3," kata Victor saat dikonfirmasi di Batam, Rabu.

Advertisement

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 33 Sekolah Lansia yang telah beroperasi di berbagai daerah di Kepulauan Riau, terdiri atas:

  • Batam: 13 sekolah
  • Karimun: 6 sekolah
  • Bintan: 5 sekolah
  • Natuna: 4 sekolah
  • Lingga: 2 sekolah
  • Tanjungpinang: 2 sekolah
  • Kepulauan Anambas: 1 sekolah

Setiap sekolah diikuti sekitar 30 peserta lansia, sehingga program tersebut telah menjangkau sekitar 1.000 peserta di seluruh Kepri.

Advertisement

Menurut Victor, keberlanjutan peserta ke jenjang pembelajaran berikutnya bergantung pada dukungan anggaran dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

"Untuk keberlanjutan ke jenjang berikutnya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait," ujarnya.

Program SIDAYA terus diperluas setelah mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak Juli 2026, sejumlah Sekolah Lansia mulai aktif berkegiatan, termasuk di Pulau Buluh dan Kecamatan Batam Kota.

Victor menegaskan program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan lansia, tetapi juga mendorong mereka tetap produktif, mandiri, dan aktif dalam kehidupan sosial.

"Para lansia diberdayakan untuk misalkan bekerja atau melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan dia. Jadi itu spirit kita, mempersiapkan bonus demografi yang kedua mulai dari sekarang," katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sekolah Lansia Pertama di Bulang

Sekolah Lansia Pertama di Bulang

Pemkot Batam meluncurkan Sekolah Lansia Tok Dalang dan Opah di Bulang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar sehat, mandiri, dan produktif.

Penimbunan Mangrove Dompak 1,8 Hektare Masuk Penyidikan Kejari Tanjungpinang

Penimbunan Mangrove Dompak 1,8 Hektare Masuk Penyidikan Kejari Tanjungpinang

Kejari Tanjungpinang menyidik dugaan korupsi penimbunan mangrove seluas 1,8 hektare di Dompak. Sejumlah saksi telah diperiksa.

Mayjen TNI Rionardo Jadi Pangdam Pertama di Kepri

Mayjen TNI Rionardo Jadi Pangdam Pertama di Kepri

Mayjen TNI Rionardo ditunjuk sebagai Pangdam pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah yang membawahi wilayah Kepulauan Riau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer