Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadalah, Asap Karhutla Sumatera Masuk Kepri, Batam Mulai Terdampak

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera terpantau di sekitar Wisma Sekupang BP Batam, Jumat (4/9) pagi. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos.
Asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera terpantau di sekitar Wisma Sekupang BP Batam, Jumat (4/9) pagi. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos.

Advertisement

batampos - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Sumatera mulai terdeteksi memasuki wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (4/9/2026). Pergerakan asap terpantau mengarah ke utara-timur laut dan berpotensi memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Batam.

Forecaster on Duty BMKG Hang Nadim Batam, Addini, mengatakan berdasarkan pembaruan citra sebaran asap Indonesia pada Jumat pukul 08.00 WIB, asap dari Sumatera terpantau bergerak masuk ke wilayah Kepri.

“Update terbaru dari citra sebaran asap Indonesia update jam 08.00 WIB pagi tadi terdeteksi asap masuk Kepri, arah pergerakannya bergerak ke utara-timur laut,” kata Addini kepada Batam Pos, Jumat (4/9/2026).

Advertisement

Berdasarkan citra tersebut, sumber asap yang memasuki Kepri teridentifikasi berasal dari Pulau Sumatera. Kondisi itu membuat kualitas udara menjadi perhatian, meski hingga saat ini asap belum memberikan dampak signifikan terhadap jarak pandang.

“Kalau dari peta sebaran asapnya, yang kena ke Kepri yang dari Pulau Sumatera,” ujarnya.

Jarak Pandang Masih Aman

Advertisement

Addini mengatakan dampak yang saat ini perlu diperhatikan terutama berkaitan dengan kualitas udara. Sementara itu, jarak pandang masih berada pada kondisi yang relatif aman untuk aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat di jalan raya.

Dengan demikian, meski asap telah terdeteksi memasuki wilayah Kepri, kondisi tersebut belum sampai mengganggu aktivitas transportasi secara signifikan.

BMKG tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap.

“Jadi diharapkan agar selalu menggunakan masker jika berkegiatan di luar,” kata Addini.

Imbauan tersebut terutama penting bagi masyarakat yang sensitif terhadap perubahan kualitas udara. Jika kondisi udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Advertisement

Artikel Terkait

Kualitas Udara Batam Memburuk, PM2.5 Capai 85,3 µg/m³ akibat Asap Karhutla

Kualitas Udara Batam Memburuk, PM2.5 Capai 85,3 µg/m³ akibat Asap Karhutla

Kualitas udara Batam memburuk akibat asap karhutla. PM2.5 mencapai 85,3 µg/m³, warga diminta membatasi aktivitas luar ruangan.

    Udara Batam Membaik, BMKG Prediksi Haze Masih Berpotensi Terjadi

Udara Batam Membaik, BMKG Prediksi Haze Masih Berpotensi Terjadi

Kualitas udara Batam membaik pada Kamis (8/10) dengan PM2,5 tercatat 38,5 mikrogram per meter kubik

    Udara Batam Kembali Tidak Sehat, Asap Karhutla Masuk dari Sumatera-Kalimantan

Udara Batam Kembali Tidak Sehat, Asap Karhutla Masuk dari Sumatera-Kalimantan

Kualitas udara Batam memburuk akibat masuknya asap karhutla dari Sumatera dan Kalimantan. PM2.5 tercatat 85,3 µg/m³

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer