
batampos – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah Sumatra mulai terdeteksi memasuki Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Batam. Pergerakan asap mengikuti pola angin yang mengarah ke utara hingga timur laut sehingga berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut.
Forecaster on Duty BMKG Hang Nadim Batam, Debora, mengatakan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Jumat (4/9) menunjukkan sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kepri.
"Citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dipantau pada pukul 14.00 WIB menunjukkan asap terdeteksi di Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara," kata Debora, Jumat (4/9).
Menurut Debora, arah pergerakan asap berbeda-beda di setiap wilayah. Asap dari Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatra Selatan bergerak ke arah barat laut.
Sementara itu, asap dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan bergerak ke barat laut hingga utara. Adapun asap di Kepri, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara bergerak ke arah utara hingga timur laut.
"Pola angin secara umum di Indonesia pada saat pemantauan bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Kepri berada dalam jalur pergerakan asap dari wilayah lain. Batam menjadi salah satu daerah yang perlu mewaspadai kemungkinan penurunan kualitas udara apabila konsentrasi asap meningkat.
Asap Sumatra Terdeteksi hingga Singapura
Fenomena transboundary haze atau kabut asap lintas batas juga mulai terlihat. Asap dari Sumatra terpantau bergerak hingga Johor, Malaysia, dan Singapura.
Sementara itu, asap dari Kalimantan terdeteksi mencapai Sarawak, Malaysia.
Forecaster on Duty BMKG Hang Nadim Batam, Addini, sebelumnya juga melaporkan asap dari Sumatra telah masuk ke Kepri berdasarkan pembaruan citra sebaran asap pukul 08.00 WIB.


