BMKG Pastikan Batam Tak Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Batam dan sekitarnya tidak terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Forecaster BMKG Batam, Riza Juniarti, mengatakan berdasarkan citra sebaran abu vulkanik, Batam tidak berada dalam jalur sebaran abu hasil erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Berdasarkan citra sebaran abu vulkanik, wilayah Batam dan sekitarnya tidak terdampak adanya erupsi Gunung Krakatau,” kata Riza.
Ia mengatakan, gangguan penerbangan yang terjadi bukan disebabkan abu vulkanik yang mencapai Batam. Pembatalan penerbangan dari Batam menuju Jakarta terjadi akibat penutupan Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak sebaran abu vulkanik.
“Adapun terjadi pembatalan terbang karena adanya penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Krakatau,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi jarak pandang di Bandara Internasional Hang Nadim masih berada dalam batas aman dan belum mengganggu aktivitas penerbangan.
Riza menyebut jarak pandang di kawasan bandara berkisar antara 5.000 hingga 9.000 meter.
“Jarak pandang saat ini di bandara berkisar antara 5.000 hingga 9.000 meter, belum berdampak pada kegiatan take off dan landing di bandara,” katanya.
Namun, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra, Riau, dan Kalimantan masih terpantau memengaruhi wilayah Kepulauan Riau.
Meski demikian, konsentrasi asap yang masuk ke wilayah Kepri disebut tidak setebal dibandingkan hari sebelumnya.



