Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Batam Macet Seperti Jakarta, Dishub Siapkan 10 Koridor BRT

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Kepala UPT Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto (tengah), bersama anggota DPRD Kota Batam (kiri), saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Batam Center, Senin (7/9) sore.  Foto: M. Sya’ban/Batam Pos
Kepala UPT Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto (tengah), bersama anggota DPRD Kota Batam (kiri), saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Batam Center, Senin (7/9) sore. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

Advertisement

 
batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mempercepat transformasi transportasi umum untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan semakin serius dalam lima tahun ke depan. Dinas Perhubungan (Dishub) Batam menyiapkan 10 koridor utama Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam serta 10 rute feeder.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan intervensi pemerintah perlu dilakukan sejak sekarang agar pertumbuhan kendaraan pribadi tidak membuat Batam mengalami persoalan lalu lintas seperti Jakarta.

“Kalau Batam dibiarkan tanpa intervensi angkutan umum dari pemerintah, dalam kurun waktu lima tahun ke depan kondisi lalu lintas bisa seperti Jakarta,” ujarnya, Senin (7/9).

Advertisement

Menurut Bambang, karakteristik Batam yang cenderung menampung kendaraan tanpa diimbangi kemampuan mengeluarkan kendaraan dari jaringan jalan membuat pertumbuhan kendaraan pribadi menjadi persoalan serius.

Karena itu, Dishub memilih memperkuat transportasi massal berbasis BRT Trans Batam. Arah tersebut juga telah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Angkutan Massal yang efektif berlaku sejak 2 Juli 2026.

“Dari Perda ini Batam telah menentukan pilihannya terkait penyediaan angkutan transportasi perkotaan, yaitu LRT, MRT, dan BRT. Untuk saat ini yang efektif adalah BRT atau bus rapid transit,” katanya.

Dalam grand design tersebut, Dishub menyiapkan 10 koridor utama. Salah satunya Koridor 10 yang menghubungkan Tembesi-Galang untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan pertumbuhan ekonomi baru, termasuk Rempang Eco-City dan Pelabuhan Sei Jantung.

Selain koridor utama, Dishub menyiapkan 10 rute feeder untuk menjangkau kawasan permukiman dan menghubungkannya dengan layanan BRT. Empat rute yang disiapkan pada tahap awal yakni Dapur 12-Fanindo, Dapur 12-Pasar Melayu, Ciptaken-Tiban Center melalui Tiban Mantaru, serta Sagulung-Patam Lestari-SPBU Tiban 3.

Rute feeder selanjutnya akan menyasar kawasan Batu Ampar, Nongsa, Piayu hingga Batu Aji.

Dishub juga mulai memberikan ruang lebih besar bagi Trans Batam di jalan raya. Pada ruas jalan dengan lima lajur, lajur paling kiri disiapkan sebagai jalur prioritas bus dengan marka berwarna merah.

Advertisement

Artikel Terkait

 Dishub: Tanpa Transportasi Massal, Batam Bisa Macet seperti Jakarta dalam 5 Tahun

Dishub: Tanpa Transportasi Massal, Batam Bisa Macet seperti Jakarta dalam 5 Tahun

Dishub Batam mempercepat pengembangan BRT Trans Batam dan feeder untuk mencegah kemacetan serius dalam lima tahun mendatang.

 Dishub Batam Sisir 522 Titik Parkir, Data Jukir dan Pendapatan Ikut Dicek

Dishub Batam Sisir 522 Titik Parkir, Data Jukir dan Pendapatan Ikut Dicek

Dishub Batam memvalidasi 522 titik parkir, mencakup lokasi, jukir, target pendapatan, hingga transaksi digital.

Lampu Merah Simpang Kalista Sempat Mati Total, Dishub Batam Sebut Listrik PLN Penyebabnya

Lampu Merah Simpang Kalista Sempat Mati Total, Dishub Batam Sebut Listrik PLN Penyebabnya

Lampu lalu lintas di Simpang Kalista, Batam Center, sempat mati total pada Minggu malam akibat gangguan pasokan listrik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer