
batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mempercepat transformasi transportasi umum untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan semakin serius dalam lima tahun ke depan. Dinas Perhubungan (Dishub) Batam menyiapkan 10 koridor utama Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam serta 10 rute feeder.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan intervensi pemerintah perlu dilakukan sejak sekarang agar pertumbuhan kendaraan pribadi tidak membuat Batam mengalami persoalan lalu lintas seperti Jakarta.
“Kalau Batam dibiarkan tanpa intervensi angkutan umum dari pemerintah, dalam kurun waktu lima tahun ke depan kondisi lalu lintas bisa seperti Jakarta,” ujarnya, Senin (7/9).
Menurut Bambang, karakteristik Batam yang cenderung menampung kendaraan tanpa diimbangi kemampuan mengeluarkan kendaraan dari jaringan jalan membuat pertumbuhan kendaraan pribadi menjadi persoalan serius.
Karena itu, Dishub memilih memperkuat transportasi massal berbasis BRT Trans Batam. Arah tersebut juga telah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Angkutan Massal yang efektif berlaku sejak 2 Juli 2026.
“Dari Perda ini Batam telah menentukan pilihannya terkait penyediaan angkutan transportasi perkotaan, yaitu LRT, MRT, dan BRT. Untuk saat ini yang efektif adalah BRT atau bus rapid transit,” katanya.
Baca Juga: Batam-Jakarta Kembali Terbang, Belum Ada Extra Flight
Dalam grand design tersebut, Dishub menyiapkan 10 koridor utama. Salah satunya Koridor 10 yang menghubungkan Tembesi-Galang untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan pertumbuhan ekonomi baru, termasuk Rempang Eco-City dan Pelabuhan Sei Jantung.
Selain koridor utama, Dishub menyiapkan 10 rute feeder untuk menjangkau kawasan permukiman dan menghubungkannya dengan layanan BRT. Empat rute yang disiapkan pada tahap awal yakni Dapur 12-Fanindo, Dapur 12-Pasar Melayu, Ciptaken-Tiban Center melalui Tiban Mantaru, serta Sagulung-Patam Lestari-SPBU Tiban 3.
Rute feeder selanjutnya akan menyasar kawasan Batu Ampar, Nongsa, Piayu hingga Batu Aji.
Dishub juga mulai memberikan ruang lebih besar bagi Trans Batam di jalan raya. Pada ruas jalan dengan lima lajur, lajur paling kiri disiapkan sebagai jalur prioritas bus dengan marka berwarna merah.



