Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Via Video, 5 Warga Batam Mengaku Ditahan di Penampungan Kamboja

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Lima orang yang mengaku sebagai warga Batam meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja. Video permintaan tersebut beredar di media sosial. Foto: Pemko Batam
Lima orang yang mengaku sebagai warga Batam meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja. Video permintaan tersebut beredar di media sosial. Foto: Pemko Batam

Advertisement

batampos – Lima laki-laki yang mengaku sebagai warga Batam meminta bantuan pemerintah untuk memfasilitasi kepulangan mereka dari sebuah tempat penampungan di Kamboja.

Permintaan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang beredar dan ditujukan kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad serta Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Dalam video itu, kelima laki-laki tersebut mengaku berada di sebuah tempat penampungan di Kamboja. Mereka meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan mereka ke Batam.

Advertisement

Mereka juga meminta pemerintah berkoordinasi dengan Presiden RI Prabowo Subianto agar proses kepulangan dapat segera dilakukan.

Menanggapi informasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan identitas, keberadaan, serta status kelima orang yang mengaku sebagai warga Batam tersebut.

Advertisement

Identitas Lima Warga Masih Diverifikasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan, penelusuran belum dapat dilakukan secara maksimal karena pemerintah belum menerima data lengkap mengenai kelima warga tersebut.

“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemenlu RI. Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi.

Menurut dia, data kependudukan dan keimigrasian diperlukan untuk memastikan identitas serta keberadaan lima orang tersebut.

Data tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan penelusuran lebih lanjut dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia maupun pihak yang berwenang di Kamboja.

Advertisement

Artikel Terkait

           Disnakertrans Kepri: Kerja ke Luar Negeri, Tempuh Jalur Resmi

Disnakertrans Kepri: Kerja ke Luar Negeri, Tempuh Jalur Resmi

Disnakertrans Kepri mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri melalui media sosial

BP2MI Berangkatkan 10 PMI Prosedural ke Malaysia, Bekerja sebagai Welder

BP2MI Berangkatkan 10 PMI Prosedural ke Malaysia, Bekerja sebagai Welder

Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun menjadi salah satu pintu keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.

Kepri Bidik Jadi Pusat Penghasil Pekerja Migran Formal dan Profesional Indonesia

Kepri Bidik Jadi Pusat Penghasil Pekerja Migran Formal dan Profesional Indonesia

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Pemerintah Provinsi.. Kepri menyiapkan pekerja migran formal dan profesional yang…

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer