
batampos - Layanan penyeberangan Punggur-Tanjung Uban saat ini hanya ditopang dua kapal. Dua kapal lainnya menjalani docking tahunan, sementara kapal bantuan yang biasanya menambah kapasitas pelayanan juga mengalami gangguan teknis.
Kondisi tersebut membuat frekuensi keberangkatan turun signifikan. Dalam sehari, hanya sekitar tujuh keberangkatan yang tersedia, jauh di bawah kondisi normal yang bisa mencapai 13 keberangkatan.
Department Head Operational Teknik Pelabuhan PT ASDP Batam, Firdaus, membenarkan saat ini hanya dua kapal yang beroperasi di lintasan Punggur-Tanjung Uban.
“Saat ini benar beroperasi dua kapal karena dua kapal lagi sedang menjalani docking tahunan,” kata Firdaus kepada Batam Pos, Minggu (13/9).
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, kapal bantuan biasanya ikut melayani lintasan tersebut mulai Jumat hingga Selasa. Namun, kapal bantuan tersebut kini masih dalam proses perbaikan.
“Hari Jumat sampai Selasa biasanya ada kapal bantuan, tetapi kapal bantuan tersebut saat ini sedang mengalami kendala teknis sehingga belum bisa melayani lintasan Punggur-Uban,” ujarnya.
Baca Juga: Penumpang Punggur Tunggu Berjam-jam, Hanya Dua Kapal Beroperasi
Berkurangnya jumlah kapal turut berdampak pada kuota penumpang dan kendaraan. Firdaus mengatakan, sebelumnya kuota penyeberangan diinput untuk satu bulan penuh. Namun, kondisi saat ini membuat kuota disesuaikan dengan kapasitas dan jadwal kapal yang beroperasi.
“Untuk kuota kapal kami input langsung satu bulan penuh karena untuk mengakomodasi keinginan pengguna jasa. Tetapi untuk saat ini kami sudah sesuaikan kuota tersebut dengan kapasitas dan jadwal kapal operasi,” katanya.
Ia menegaskan, penambahan kuota tidak bisa dilakukan begitu saja ketika jumlah kapal berkurang. Jika kuota ditambah tanpa mempertimbangkan kapasitas kapal, kondisi di lapangan justru berpotensi semakin padat.
“Kita sesuaikan untuk kuotanya dua kapal saja,” ujarnya.


