
batampos – Sejumlah pekerja PT Ghim Li Indonesia masih bertahan di area perusahaan di kawasan Tunas Industri, Batam, Senin (14/9). Mereka menunggu kepastian pembayaran upah yang hingga kini belum diterima.
Para pekerja berkumpul di area kantin perusahaan. Sebagian lainnya mendirikan tenda dan bertahan hingga sore.
Menurut para pekerja, aktivitas perusahaan telah berhenti sejak 7 September 2026.
“Sudah enggak beroperasi sejak 7 September,” kata sejumlah pekerja.
Namun, keberadaan mereka di kawasan perusahaan bukan semata-mata untuk menunggu pembayaran gaji. Para pekerja juga mengaku ingin memastikan aset perusahaan tetap berada di lokasi.
“Kami boleh masuk kalau tenda itu sore hari dari kemarin. Sekalian menjaga aset perusahaan agar tidak dibawa mereka (manajemen),” ujar seorang pekerja.
Para pekerja memilih tetap berada di kawasan perusahaan meski sebelumnya telah muncul titik terang terkait penyelesaian tunggakan upah.
Gaji Dijanjikan Lunas Kamis
Dalam rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Kota Batam, Jumat (11/9), pihak Ghim Li Singapura disebut menargetkan seluruh tunggakan gaji pekerja dibayarkan pada Kamis mendatang.
Kesepakatan tersebut belum membuat para pekerja membubarkan diri. Mereka masih menunggu bukti konkret bahwa pembayaran benar-benar direalisasikan.
Bagi pekerja, komitmen pembayaran belum cukup untuk membuat mereka meninggalkan perusahaan. Mereka menginginkan kepastian bahwa dana telah tersedia dan proses pembayaran benar-benar berjalan.



