
batampos - Hujan deras kembali menjadi ujian bagi sejumlah ruas jalan di Batam yang rawan tergenang. Untuk mengatasinya, Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menguji metode baru yang berfokus pada percepatan masuknya air dari permukaan jalan ke saluran drainase.
Metode tersebut kini diterapkan pada 18 titik di kawasan Central Business District (CBD) Batam Center. Lokasi ini dipilih karena memiliki aktivitas kendaraan yang cukup padat sekaligus sejumlah titik yang selama ini menghadapi persoalan genangan saat hujan.
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam Sthefani Barlian mengatakan, 18 titik uji coba tersebut tersebar di sekitar Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri, halte Pos, serta beberapa lokasi lainnya di kawasan CBD Batam Center.
“Untuk tahap pertama, penerapan metode percepatan aliran air difokuskan di kawasan CBD Batam Center, khususnya pada titik-titik yang memiliki permasalahan genangan,” kata Sthefani kepada Batam Pos, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, penentuan titik uji coba dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi lapangan. BP Batam terlebih dahulu memetakan lokasi yang selama ini memiliki persoalan genangan sebelum metode tersebut diterapkan.
Secara teknis, metode ini diarahkan untuk membuat air yang menggenang di badan jalan lebih cepat masuk ke sistem drainase yang berada di bawahnya. Dengan demikian, air diharapkan tidak terlalu lama bertahan di permukaan jalan.
“Metode ini bertujuan mempercepat masuknya air dari badan jalan menuju sistem drainase di bawahnya, sehingga air dapat lebih cepat dialirkan dan tidak tertahan di permukaan jalan,” ujarnya.
Belum Diterapkan Secara Luas
BP Batam menegaskan, metode percepatan aliran air tersebut masih dalam tahap uji coba. Sebanyak 18 titik di CBD Batam Center menjadi lokasi awal untuk melihat bagaimana metode tersebut bekerja ketika hujan turun.
Hasil awal menunjukkan air dapat masuk ke sistem drainase lebih cepat. Meski demikian, BP Batam belum menarik kesimpulan mengenai efektivitas metode tersebut secara keseluruhan.
Pengujian masih akan dilakukan pada kondisi hujan dengan intensitas berbeda. Hal ini diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif metode tersebut dalam mengurangi durasi genangan.



