Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gebyar Melayu Pesisir di Batam Perkuat Budaya Melayu dan UMKM

A
Penulis: Antara❯
Sekdaprov Kepri Misni (dua dari kanan) menabuh gendang pada pembukaan penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir 2026 digelar di K Square, Kota Batam, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Diskominfo Kepri
Sekdaprov Kepri Misni (dua dari kanan) menabuh gendang pada pembukaan penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir 2026 digelar di K Square, Kota Batam, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Diskominfo Kepri

Advertisement

batampos – Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi budaya Melayu, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM di Kepulauan Riau. Kegiatan yang berlangsung 14-20 September 2026 di Kota Batam itu menjadi ajang kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia (BI), pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri Misni mengapresiasi konsistensi BI dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak melalui penyelenggaraan GMP setiap tahun.

“Kami mengapresiasi Bank Indonesia (BI) atas konsistensinya membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan Gebyar Melayu Pesisir setiap tahun,” kata Misni di Batam, Sabtu.

Advertisement

Menurut dia, GMP 2026 menjadi ruang kolaborasi strategis karena rangkaiannya tidak berhenti pada promosi produk UMKM. Kegiatan tersebut juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperluas jejaring bisnis.

Hal itu terlihat dari rangkaian Road to GMP yang mencakup kurasi UMKM, onboarding digital, export coaching program, business matching ekspor dan pembiayaan, showcasing UMKM, hingga pelatihan tenun.

“Artinya, kegiatan ini tidak berhenti pada promosi produk, tetapi menyentuh aspek peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring usaha,” ujarnya.

Advertisement

Budaya Melayu Jadi Kekuatan Ekonomi

Misni mengatakan UMKM merupakan salah satu fondasi penting perekonomian daerah. Karena itu, pengembangannya tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan jumlah pelaku usaha.

UMKM perlu didorong untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, inovasi, kapasitas manajerial, hingga akses pasar. Digitalisasi juga menjadi bagian penting agar pelaku UMKM mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen dan bersaing di pasar yang semakin terbuka.

Di sisi lain, Kepri memiliki modal budaya yang kuat dalam pengembangan ekonomi kreatif. Kekayaan budaya dan warisan Melayu yang hidup di tengah masyarakat dapat menjadi sumber pengembangan berbagai produk bernilai ekonomi.

Wastra, tenun, tudung manto, kuliner, kerajinan, seni, serta berbagai produk kreatif lainnya tidak hanya menjadi ekspresi kebudayaan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi.

Advertisement

Artikel Terkait

Rapimprov Kadin Kepri 2026: Dunia Usaha Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Rapimprov Kadin Kepri 2026: Dunia Usaha Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kadin Kepri merumuskan program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri 8 persen, memperkuat UMKM dan investasi.

 Dekrafest 2026, Cara Dekranasda Kepri Bawa UMKM Naik Kelas

Dekrafest 2026, Cara Dekranasda Kepri Bawa UMKM Naik Kelas

Dekrafest 2026 menjadi upaya Dekranasda Kepri memperluas pasar UMKM melalui pameran, inovasi produk, business match, dan kerja sama hotel.

Gebyar Melayu Pesisir 2026 di Batam Dorong UMKM Kepri Naik Kelas

Gebyar Melayu Pesisir 2026 di Batam Dorong UMKM Kepri Naik Kelas

Gebyar Melayu Pesisir 2026 di Batam mendorong UMKM Kepri naik kelas melalui digitalisasi, perluasan pasar dan penguatan budaya Melayu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer