
batampos - PT PLN Batam menyiapkan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik meluas di Batam dan Bintan pada Senin (12/10). Besaran kompensasi disesuaikan dengan kategori layanan pelanggan dan mengacu pada ketentuan tingkat mutu pelayanan yang berlaku.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam, Raditya Surya Danu, mengatakan pelanggan bisnis akan menerima kompensasi sebesar 10 persen. Sementara itu, pelanggan layanan khusus berpotensi memperoleh kompensasi sebesar 15 hingga 20 persen dari total pemakaian, bergantung pada kategori layanan yang digunakan.
“Untuk layanan bisnis, kita akan memberikan kompensasi 10 persen,” kata Raditya saat menjelaskan skema kompensasi dalam konferensi pers di Gedung PLN Batam, Minggu (18/10).
Untuk pelanggan layanan khusus, besaran kompensasi berbeda sesuai rentang layanan masing-masing.
“Untuk layanan khusus, ini berbeda-beda sesuai dengan range layanannya, range-nya di antara 15 sampai dengan 20 persen total dari total pemakaian,” ujarnya.
Meski demikian, PLN Batam belum merinci mekanisme penghitungan dan penerapan kompensasi tersebut. Periode pemakaian yang menjadi dasar perhitungan serta waktu pemberlakuan kompensasi pada tagihan pelanggan juga belum dijelaskan secara terperinci.
Baca Juga: PLN Batam Klaim Cadangan Listrik 20 Persen, Siap Dukung Ekspansi Data Center
PLN Batam menyatakan pemenuhan hak pelanggan mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Pelayanan Listrik Nasional Batam.
Pemberian kompensasi dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) serta mekanisme yang diatur dalam peraturan tersebut.
Di sisi lain, PLN Batam membantah informasi yang mengaitkan pemadaman listrik meluas dengan proyek pusat data (data center) baru di Batam.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyatakan proyek-proyek pusat data yang dimaksud masih dalam tahap pembangunan dan persiapan operasional. Proyek tersebut belum beroperasi secara komersial dengan kapasitas daya yang direncanakan.


