
batampos - Pemilih muda menjadi kekuatan besar dalam demokrasi Indonesia. Pada Pemilu 2024, kelompok milenial dan Generasi Z mencapai 58,38 persen dari total 204,8 juta pemilih. Besarnya proporsi tersebut menegaskan pentingnya pendidikan politik sejak dini, termasuk bagi pelajar yang kelak menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam mulai membekali generasi muda melalui program Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di sekolah-sekolah. Salah satunya digelar di Aula SMP Negeri 62 Batam dengan menghadirkan Anggota KPU Batam, Adri Wislawawan, sebagai narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapat pemahaman tentang pentingnya partisipasi dalam pemilu, hak dan kewajiban pemilih, serta proses demokrasi yang sehat. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal awal bagi pelajar untuk memahami peran mereka dalam menentukan arah demokrasi ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Adri mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran politik di kalangan generasi muda, khususnya siswa SMP.
“Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman siswa-siswi SMP Negeri 62 Batam sebagai pemilih pemula mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta proses demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Ketua KPU Kota Batam, Mawardi, berharap para siswa memahami pentingnya berpartisipasi dalam pemilu maupun pemilihan. Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pemilih cerdas pada masa mendatang dan turut mendukung terwujudnya Indonesia Emas.
Baca Juga: KPU Catat Pemilih Kepri 1,6 Juta Jiwa, Gen Z Dominasi Pemilih Pemula
Berdasarkan data KPU, pemilih milenial pada Pemilu 2024 mencapai 67.909.820 orang atau 33,44 persen dari total pemilih. Sementara itu, Generasi Z tercatat sebanyak 50.645.669 orang atau 24,94 persen.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran generasi muda dalam menentukan hasil pemilu. Namun, pendidikan pemilih tidak cukup hanya mendorong partisipasi pada hari pencoblosan. Pemahaman mengenai proses pemilu, hak sebagai pemilih, serta kemampuan menilai informasi dan kandidat juga menjadi bagian penting dalam membangun partisipasi yang berkualitas.
Melalui sosialisasi di sekolah, KPU Batam berupaya memperkenalkan demokrasi kepada pelajar sebelum mereka memasuki usia memilih. Pembekalan sejak dini diharapkan membantu generasi muda menggunakan hak pilih secara mandiri, rasional, dan bertanggung jawab. (*)



