Truk Silinder Tersangkut, Warga Minta Operasional Kendaraan Berat Dievaluasi

batampos - Operasional kendaraan berat dan angkutan bermuatan besar di jalan raya Kota Batam diminta dievaluasi. Selain berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas hingga memicu kemacetan panjang, kendaraan dengan muatan berdimensi besar juga dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Keluhan ini kembali mencuat setelah truk pengangkut silinder raksasa tersangkut di portal pembatas ketinggian maksimal lima meter, di seberang KFC SP Plaza, Batuaji, Senin (26/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular dari kawasan Panbil hingga Batuaji, bahkan melewati depan Merapi Subur dan Bukit Daeng.
Johan, warga Batuaji, menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, terutama dalam mengawasi kendaraan berat yang melintas di jalan umum. Menurut dia, persoalan kendaraan berat bukan hanya berkaitan dengan kemacetan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Harus ada evaluasi terhadap kendaraan berat, apalagi yang membawa muatan besar dan tinggi. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Selain macet, kecelakaan lalu lintas juga bisa mengancam nyawa masyarakat,” ujar Johan.
Ia berharap kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan kendaraan berat, khususnya yang membawa muatan berukuran besar dan berpotensi menghambat arus lalu lintas. Pengawalan dinilai penting agar perjalanan kendaraan tersebut lebih terkontrol dan tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Keluhan serupa disampaikan Helmi, pekerja di kawasan Muka Kuning yang tinggal di Batuaji. Ia meminta jadwal operasional kendaraan berat, termasuk truk pengangkut tanah untuk proyek pembangunan, diatur dengan lebih baik.
Baca Juga: Truk Muatan Besar Nyangkut di Portal SP Plaza, Arus Lalu Lintas Tersendat
Menurut Helmi, pengaturan tersebut dapat mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat, terutama pada jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.
“Jadwal operasional kendaraan berat dan truk proyek perlu diatur. Jangan sampai aktivitas masyarakat terganggu karena kemacetan. Kami berharap ada pengaturan yang jelas agar lalu lintas tetap lancar dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” kata Helmi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan, persoalan kendaraan berat akan menjadi perhatian ke depan. Ia menyebut kendaraan berat yang membutuhkan pengawasan di jalan raya semestinya berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendapatkan pengawalan sesuai kebutuhan.
“Kendaraan berat seharusnya dikawal Patwal atau anggota lalu lintas. Namun, tidak semua menyadari pentingnya hal itu. Ada yang tidak meminta atau menginformasikan kepada polisi sehingga pengawasan terhadap pergerakan kendaraan tersebut tidak dilakukan,” ujarnya.


