
batampos - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Batam melonjak menjadi 533 kasus pada 26 Oktober 2026. Jumlah ini meningkat 75,9 persen dibandingkan 303 kasus pada 24 Oktober.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, membenarkan jumlah tersebut berdasarkan laporan harian yang dihimpun pihaknya.
“Jadi totalnya ada 533 orang yang kena ISPA,” kata Melda kepada Batam Pos, Selasa (27/10) siang.
Sebelumnya, kasus ISPA tercatat 522 pada 19 Oktober, kemudian turun bertahap menjadi 293 kasus pada 23 Oktober. Jumlahnya kembali naik menjadi 303 kasus pada 24 Oktober sebelum melonjak menjadi 533 kasus dua hari kemudian.
Berdasarkan sebaran di 21 puskesmas, Puskesmas Sei Panas mencatat kasus terbanyak, yakni 53 kasus. Disusul Tanjung Buntung sebanyak 44 kasus dan Botania 37 kasus.
Berdasarkan kelompok umur, warga berusia 19–59 tahun mendominasi dengan 251 kasus. Berikutnya, anak di bawah lima tahun sebanyak 85 kasus, kelompok usia 5–9 tahun dan 10–18 tahun masing-masing 74 kasus, serta warga berusia di atas 60 tahun sebanyak 49 kasus.
Baca Juga: Jaksa Belum Siapkan Tuntutan, Sidang Kasus Sabu 195 Gram di PN Batam Ditunda
Di sisi lain, kualitas udara Batam sempat memburuk sepanjang Oktober. Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 261 pada 14 Oktober atau kategori sangat tidak sehat. Pada 26 Oktober, nilainya turun menjadi 72 atau kategori sedang.
Meski demikian, peningkatan kasus ISPA tidak dapat langsung dikaitkan dengan perubahan kualitas udara pada hari tertentu karena gangguan pernapasan dapat dipengaruhi berbagai faktor.
Melda mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang berisiko mengalami gangguan pernapasan. (*)


