Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Amsakar Optimistis Kejar Target 8 Persen

batampos - Pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen pada semester I 2026 menjadi modal kuat untuk mengejar target pertumbuhan 8 persen. Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, optimistis target tersebut dapat dicapai seiring derasnya investasi yang masuk, termasuk pengembangan kawasan terpadu Pakuwon City Batam di Tanjung Uma.
Optimisme itu didukung realisasi investasi Batam hingga triwulan III 2026 yang mencapai Rp59,8 triliun atau sekitar 85,4 persen dari target tahunan Rp70 triliun. Dengan capaian tersebut, BP Batam optimistis realisasi investasi hingga akhir tahun dapat memenuhi bahkan melampaui target.
Momentum ini semakin diperkuat dengan dimulainya pembangunan Pakuwon City Batam melalui peletakan batu pertama, Kamis (29/10). Proyek di atas lahan sekitar 12,6 hektare itu diharapkan menjadi penggerak baru sektor perdagangan, jasa, perhotelan, dan pariwisata, sekaligus membuka peluang kerja bagi sekitar 5.000 tenaga kerja.
Amsakar mengatakan, pertumbuhan ekonomi Batam terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen, kemudian meningkat menjadi 7,28 persen pada semester I 2026.
Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,5 persen pada periode yang sama.
“Kalau Pakuwon masuk, membawa seluruh tenant-tenantnya juga masuk, insyaallah yang menjadi target Pak Prabowo di RPJMN 2029 nanti itu di angka 8 persen pertumbuhan. Mudah-mudahan Batam bisa melampaui pertumbuhan itu, karena sekarang saja sudah di 7,28 persen,” kata Amsakar saat menghadiri groundbreaking Pakuwon City Batam, Kamis (29/10).
Baca Juga: Pakuwon Bangun Kawasan Terpadu di Tanjung Uma, Bidik 5.000 Tenaga Kerja
Menurut dia, masuknya investasi baru akan memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi Batam. Terlebih, realisasi investasi sepanjang 2025 juga melampaui target, yakni mencapai Rp69 triliun dari target Rp60 triliun.
Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi Batam tercatat Rp59,8 triliun. Angka tersebut setara 85,4 persen dari target tahunan Rp70 triliun. Dengan sisa target sekitar Rp10,2 triliun, BP Batam optimistis capaian investasi hingga akhir tahun dapat menembus target yang telah ditetapkan.
Kinerja tersebut menunjukkan daya tarik Batam tidak hanya ditopang posisi strategis yang berdekatan dengan Singapura, tetapi juga upaya pemerintah memperkuat kepastian regulasi dan pelayanan kepada investor.
Batam diarahkan menjadi pusat investasi yang menawarkan kemudahan berusaha, kepastian aturan, serta pelayanan yang mendukung realisasi rencana bisnis.



