
batampos – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Batam sempat terhenti selama beberapa hari. Salah satunya sekolah dasar swasta di Kecamatan Sekupang yang tidak menerima pasokan makanan selama empat hari hingga Rabu (4/11).
Sementara itu, distribusi MBG di SMP Negeri 12 Batam yang sempat terhenti selama dua hari kembali berjalan pada Rabu (4/11).
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Defri Frenaldi, mengatakan penghentian sementara distribusi MBG di sejumlah sekolah berkaitan dengan proses pemadanan data penerima manfaat.
Pemadanan dilakukan untuk memastikan data penerima manfaat yang tercatat di masing-masing SPPG sesuai dengan data PPK Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
”Dalam proses tersebut, SPPG hanya melayani sekolah yang namanya tercantum dalam surat penetapan penerima manfaat,” kata Defri.
Ia menjelaskan, sejumlah sekolah belum tercantum dalam surat penetapan tersebut. Kondisi itu merupakan hasil penyortiran yang dilakukan tim Kedeputian Penyediaan dan Penyaluran BGN Pusat.
Menurut Defri, ada lima kemungkinan penyebab sekolah tidak masuk dalam daftar penerima manfaat atau tidak lolos proses penyortiran.
Pertama, sekolah tidak memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) atau NPSN-nya masih menginduk pada sekolah lain. Kedua, data sekolah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Data Pokok Pendidikan (Dapodik) belum diperbarui.
Ketiga, sekolah menolak dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Keempat, sekolah masuk kategori elit dengan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) lebih dari 50 persen upah minimum regional (UMR).
Kelima, SPPG terlambat atau keliru memasukkan data sekolah melalui laman Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) milik BGN.



