
batampos – Sebanyak 124 foto dokumentasi mengajak pengunjung menelusuri perjalanan pembangunan Batam selama lebih dari lima dekade. Foto-foto yang dipamerkan di Atrium K-Square Mall pada 7–8 November 2026 itu merekam perubahan Batam, mulai dari berbagai fase pembangunan hingga perkembangannya saat ini.
Pameran Foto Pembangunan Batam tersebut digelar untuk memperingati Hari Bakti BP Batam ke-55. Kepala BP Batam Amsakar Achmad membuka kegiatan itu pada Sabtu (7/11).
Bagi Amsakar, pameran ini bukan sekadar ajang memajang karya fotografi. Dokumentasi visual tersebut menjadi upaya merekam perjalanan pembangunan Batam agar tidak terputus dari ingatan generasi berikutnya.
Dia mengatakan, pameran juga memberikan ruang bagi masyarakat, terutama pegiat fotografi, untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Sebab, tidak semua karya fotografi selama ini mendapatkan kesempatan untuk ditampilkan kepada publik.
Namun, tujuan yang lebih penting adalah menghadirkan kembali sejarah pembangunan melalui gambar. Foto-foto tersebut memungkinkan masyarakat melihat perubahan kota sekaligus mengenali kontribusi berbagai pihak dalam proses pembangunannya.
“Semakin baik foto-foto yang ditampilkan dan semakin banyak cerita masa lalu yang muncul, saya percaya akan semakin banyak generasi terkini yang mengetahui kilas balik perjalanan Batam,” kata Amsakar.
Menurut dia, foto tidak hanya merekam perubahan fisik sebuah wilayah. Di dalamnya juga tergambar kebijakan, arah pembangunan, serta prioritas yang dijalankan pada setiap periode.
Momentum pameran itu bertepatan dengan usia BP Batam yang memasuki 55 tahun. Amsakar menyebut usia tersebut sebagai fase kematangan yang semestinya diikuti peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Meski menilai tata kelola pembangunan BP Batam sepanjang 2025–2026 menunjukkan perkembangan dalam sejumlah aspek, Amsakar mengakui masih ada pekerjaan yang perlu diperkuat. Dua di antaranya adalah peningkatan pelayanan air bersih dan penanganan infrastruktur pengendalian banjir.
Hal itu menjadi pengingat bahwa perjalanan pembangunan Batam belum selesai. Di balik perubahan kota yang terekam dalam ratusan foto, masih ada kebutuhan masyarakat yang menuntut penyelesaian.
